“Subhanallah”, Satu Single Religi dari Pianis Syauqi Hafidz

“Subhanallah”, Satu Single Religi dari Pianis Syauqi Hafidz

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Bogor  – Saya masih mengenali denting yang ia mainkan. Denting yang mengalun dari tangan remaja yang konser resitalnya saya hadiri tiga tahun lalu. Pianis muda yang mampu memberikan perbedaan warna musik yang sedang berkembang di Bogor. Saat itu saya satu diantara penonton yang kagum, saat remaja seusianya asyik bermain musik populer, Muhammad Syauqi Hafidz justru menenggelamkan diri pada karya-karya klasik.

Kini, dengan sebuah kejutan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, pelajar SMA Negeri 1 Kota Bogor itu merilis single religi bertajuk “Subhanallah”. Sebuah single yang ia luncurkan sebagai salah satu bukti keseriusan Syauqi menekuni dunia musik yang sudah dicintainya sejak kecil.

Dikenal sebagai pianis muda kota hujan, Syauqi terlihat tak sungkan menjajal kemampuan olah vokal-nya. Entah bagaimana ia mempelajarinya, sosok yang saya ketahui cukup pendiam itu menyanyikan lagunya sendiri dengan penuh penjiwaan. Lagu yang diciptakannya bersama musisi senior tanah air.

Lagu berjudul “Subhanallah” merupakan karya kolaborasinya dengan musisi senior Aching Nur. Sebuah lagu yang sarat pesan-pesan baik untuk dunia dan Indonesia, khususnya dalam keadaan saat sekarang ini. Pesan untuk lebih kuat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Lagunya sebenarnya menceritakan tentang bagaimana kita sama-sama istiqomah, sama-sama tobat, sama-sama kembali ke jalan Allah,” ungkap Syauqi pada HujanMusik!.

Muhammad Syauqi Hafidz mulai mengenal musik sejak duduk di kelas 5 SD, saat sang Ayah memberinya sebuah alat musik keyboard untuk bermain. Siapa sangka, dibalik sosok pendiamnya, Syauqi memiliki minat tinggi untuk belajar piano secara privat. Lantas, Demi memperbaiki kemampuan memainkan piano, ia masih mengasah teknik piano klasik-nya di JSSP Arts (Jaya Suprana School of Performing Arts).

Tak heran jika 3 tahun lalu pada usia 13 tahun ia sudah memiliki keberanian menggelar resital solo piano di Bogor. Hingga kini sudah 3 kali resital solo piano disuguhkannya, yaitu : Resital Solo Piano “Terima kasih Guru” dalam rangka Hari Guru (25 November 2017), Resital Solo Piano “Melodi Untuk Bumi” dalam rangka hari Bumi (21 April 2018) dan Romantic Dinner With Beautiful Music Piano dalam rangka Hari Ibu (22 Desember 2018).

Simak di HujanMusik! : “Yang Muda Yang Bermain Klasik“, “Merayakan Nada untuk Bumi“,”Pada Denting Piano Perasaan Ini Tertambat

Kini dalam konsep yang berbeda Syauqi kembali unjuk kebolehan dengan dengan mencipta dan menyanyikan karya lagunya berjudul “Subhanallah”. Bagi Syauqi terjun ke dunia tarik suara merupakan tantangan sekaligus proses penguatan talenta musik yang dimilikinya.

Adalah musisi Aching Nur yang mendorongnya untuk lebih berani tampil dan berkarya. Setelah sebelumnya ia melihat bagaimana Syauqi memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang musisi.”Syauqi ini sudah bagus sekali, dia kuat sekali untuk jadi seorang musisi yang baik dan bagus,” jelasnya.

Kolaborasi keduanya telah memberikan kekuatan lagu “Subhanallah” yang tak hanya baik untuk cerminan remaja seusianya, namun juga kalangan umum yang merasa tergugah dengan lagunya. Apalagi dalam situasi cobaan seperti pandemi saat sekarang ini.

“Mudah-mudahan akan jadi manfaat kedepan, dalam keadaan dunia khususnya Indonesia seperti sekarang ini. Kita akan lebih kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tambah Aching Nur.

“Subhanallah” direkam dengan durasi 4 menit 47 detik yang proses perekamannya dilakukan di Black Rose Studio Bogor. Syauqi memainkan sendiri instrumen pianonya, sementara bass diisi musisi Iyan dan Aching Nur menguatkan bagian drum.

Warna musik pop mendominasi sepanjang lagu dengan memasukkan unsur slow rock pada bagian lead gitar. Kemasan musik buah kepiawaian arranger Bagas Tone itu cukup mewakili identitas “Subhanallah”. Bagas sendiri yang mengisi sound gitarnya.

“Pas take vokal tidak ada kesulitan besar, overall lancar aja, Syauqi punya talenta yang bagus. Dia mungkin 2-3 tahun lagi bisa sangat “berbahaya”, katanya, saat menjelaskan tentang sosok Syauqi.

Ungkapan Bagas tak sekedar puja-puji semata. Fakta sederet prestasi Syauqi menjadi rujukan yang bisa ditambahkan. Pada masa remaja seuiasa, saya masih wara-wiri mencari jatidiri. Sementara Syauqi sudah mencatatkan diskografi “Berkibarlah Merah Putihku (2017)”,”Melodi Untuk Bumi (2018)”,”Only Temporary (2018)” dan “Jingle SMP Negeri 1 Bogor (2019)”. Lalu tahun ini ditambahkan “Subhanallah (2020”.

Saya angkat topi.

Sejatinya single “Subhanallah” telah diciptakan sebelum kondisi pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Meski demikian tema yang disampaikan dirasa cukup relevan.

“Subhanallah” diluncurkan Syauqi bersama Derass Production. Dirilis secara digital dalam bentuk video musik bergaya cinematic, besutan director Yama Nugroho dengan tim artistik Abdul Gani. Dua nama terakhir yang juga terlibat produksi video klip Superiot “Api”.

Saat menyimak “Subhanallah” saya seperti diingatkan pada tema-tema Bimbo dan Opick mempopulerkan religi. Meski tak bisa dibandingkan secara apple to apple, “Subhanallah” menyimpan pesan agar kita yang mendengarkan semakin dikuatkan dalam upaya menghadapi situasi pandemi.

Selamat Syauqi

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *