Tabir Muco Gusto dengan Cerita Penganggurannya

Tabir Muco Gusto dengan Cerita Penganggurannya

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Jakarta – Seperti masa, saya mencoba mengingat-ingat konsep hidup paska bangku sekolah. Masa dimana tanpa tujuan berarti, apalagi meniti sebuah profesi layaknya mengisi kolom cita-cita biodata . Cita-cita menguap entah kemana, seiring dengan terpaan kemajuan peradaban yang menipiskan batas pengangguran dengan dunia kreatif tanpa status domisili industri. Meski demikian label pengangguran tetaplah melekat pada kebanyakan orang. Persis seperti apa yang disuarakan Muco Gusto dalam “Pengangguran Di Mana-Mana”.

Bertolak dari gaya alternative rock yang dipilihnya, Muco Gusto yang bertumpu pada sisi musikalitas Gema (vokal/gitar), Willy (bass), Putra (gitar) dan Yoshua (drum) itu, bertutur tentang peran nasib manusia tanpa pekerjaan dan penghasilan. Sebuah babak perjalanan hidup yang ditulis Gema sebagai pengingat untuk bersyukur dan memaksimalkan kemampuan agar tak larut dalam narasi ‘pengangguran’ yang jamak disebutkan.

Simak di HujanMusik! : Tumpahan Keresahan Alternative Rock Tres dalam “Anxiety”

Sebuah tabir takdir yang jauh dari sosok Budi Setiawan, bintang iklan ‘trader’ yang diperankan Yoshua Putra Siagian, sang drummer mereka. Saya pun menjadi satu dari jutaan orang yang tak menyadari bahwa Yoshua “Budi Setiawan” merupakan drummer dari band yang menamakan dirinya Muco Gusto.

Sebuah nama yang dikutip dari ungkapan dalam bahasa Meksiko yang berarti senang berkenalan dengan anda. Muco Gusto, band yang terbentuk di Jakarta ini seperti mewakili energi 90an yang sarat musik alternative yang ramah ditelinga. Berkumpul dan bertemu di Institut Musik Indonesia, Gema Muhammad Ihsan, Willy Junior Manembu, Putra Mangaraja Situmorang dan Yoshua mantab berkolega sejak 2012 dan merilis aneka single semacam “Anjing Besar”, “Mati Suri di Keramaian” dan “Arti Dari Seorang Perempuan”.

Pengaruh rock alternative melatar belakangi motivasi mereka berkumpul dan membentuk Muco Gusto. Mulai dari Saybia hingga Muse, sampai akhirnya memiliki mimpi untuk menjadi inspirasi baru pada ranah musik Indonesia.

Muco Gusto muncul dengan harapan baik, seturut dengan rilisnya single terbarunya “Penganguran Di Mana – Mana” secara digital pada beberapa platform musik streaming.

“Sebenernya “Pengangguran Di Mana-Mana” merupakan reminder buat diri gue sendiri saat masih nganggur, dan juga buat nyeritain masih banyak pengangguran di Indonesia” ungkap Gema selaku frontman dan juga lyricist di Muco Gusto.

Lirik lugas dari Muco Gusto yang ditulis cukup baik dan mudah dalam pelafalan. Sesuatu yang tak mengherankan, mengingat mereka memuja Ariel-Noah, Cholil-ERK dan MaPhew Bellamy-Muse sebagai acuan dalam penulisan lirik

Single Pengangguran Di Mana-Mana dapat didengarkan di Spotify, iTunes, Youtube, dan lain sebagainya sejak tanggal 13 Maret 2020. Rencananya, single Pengangguran Di Mana-Mana akan menjadi single terakhir Sebelum akhirnya Muco Gusto merilis album perdananya.

….

One thought on “Tabir Muco Gusto dengan Cerita Penganggurannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *