Serenata Diskoria feat Dian Sastro Untuk Jiwa Lara

Serenata Diskoria feat Dian Sastro Untuk Jiwa Lara

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Jakarta – Pendaran visual dengan jelas menampakkan suasana sinematik era 80an dan sebelumnya. Tak banyak permainan warna, hanya beberapa warna dengan rona opacity tak sampai 70 persen. Sementara nada disko kota terdengar konstan mengiringi jejalan memori, mengenang film dengan aktor Rano Karno muda, sebelum dikenal sebagai Gubernur.

Saya mengenal wajah penyanyinya sejak tampil dalam video klip album pertama Sheila On 7. Wajah familiar dengan sederet aktifitasnya didunia hiburan tanah air, dia adalah Dian Sastrowardoyo. Sementara pengiringnya, saya mengenalnya sebagai duo DJ Merdi Leonardo dan Fadli Aat yang populer dengan selekta Diskoria.

Begitulah, sebagaimana diketahui khalayak, kolektif musik Diskoria bersama Dian Sastrowardoyo telah merilis sebuah single bertajuk “Serenata Jiwa Lara. Single yang ditulis oleh trio penulis lagu Arya Aditya (Lale), Ilman Ibrahim Isa (Ilman) & Anindyo Baskoro (Nino) itu. Sebuah lagu yang mereka rilis sebagai dedikasi untuk kampanye penggalangan dana Yayasan Irama Nusantara.

Sebuah single yang menurut saya cukup spesial. Jika pada awal perkenalan cukup melihatnya dari layar kaca sebagai model video klip, kali ini Dian Sastriwardoyo tampil sebagai penyanyinya. Menyumbangkan suara untuk rilisan amal.

Ide awal melibatkan Dian datang dari duo Diskoria yang lantas melanjutkan gagasan itu kepada Anindyo Baskoro a.k.a Nino RAN. Nino lah yang meneruskan niatan Merdi dan Fadli kepada Dian.

 

Simak di HujanMusik! : ““Balada Insan Muda” dan Derajat Pop Disko Lawas Diskoria”

 

“Membujuk Dian untuk ikut bernyanyi di sini bukan hal yang mudah. Untung saja beliau mau dan hasilnya menurut kami luar biasa. Kalaupun bukan yang pertama, saya rasa penampilan Dian di sini merupakan yang terbaik di antara produksi rekaman musik yang pernah Dian singgahi,” kata Anindyo Baskoro alias Nino, sebagaimana ditulis dalam rilis yang dikirim untuk HujanMusik!.

“Serenata Jiwa Lara” menjadi single kedua Diskoria, setelah “Balada Insan Muda” yang dirilis pada 2019. Direkam dalam format band, melibatkan Merdi pada drum, Aat pada bass, Nino mengisi vokal, Lale pada gitar dan vokal, Ilman pada keyboard dan vokal, dan tentu saja Dian Sastrowardoyo pada Lead Vocals.

Dua single ini akan dirilis secara fisik dalam format piringan hitam. Diskoria menyiapkan piringan hitam 12 inci yang dicetak terbatas sebanyak 10 keping. Sembilan keping akan dijual, dan satu akan dilelang.

“Serenata Jiwa Lara bagi kami adalah sebuah “Perayaan” sekaligus “Pernyataan”. “Perayaan” adalah bagaimana kita bisa tetap menemukan “terang” di tengah suasana yang “redup”. Sedangkan “pernyataan” adalah kontribusi dari kami untuk berbuat sesuatu buat kemajuan musik Indonesia”, ungkap Diskoria.

“Seluruh hasil komersial dari penjualan lagu ini akan kami sumbangkan kepada Yayasan Irama Nusantara, sebuah yayasan yang secara konsisten mengarsipkan musik Indonesia dari masa ke masa” tambah mereka.

Menyimak single ini seperti menarik diri terlibat dalam eksplorasi yang dilakukan Lale, Ilma dan Nino, sebuah single yang sangat kontras bila dibandingkan single perdana Diskoria, “Balada Insan Muda”. Terutama dari segi lirik. “Serenata Jiwa Lara” menceritakan tentang cinta tak sampai, namun disajikan secara “dancey“. Seolah memberi kita semangat bahwa hidup terus berlanjut dan patut dirayakan, daripada larut dalam kepedihan. Ah…mereka memang pandai berlayar dalam kegetiran.

Sementara itu, Dian Sastrowardoyo melihat proyek ini sebagai kolaborasi yang menyenangkan. Musik bukanlah hal yang baru bagi Dian. Semasa SMA, Dian dikenal aktif bermusik dan memiliki band. Alasan itu juga yang melandasi Diskoria berani meminang Dian.

“Menyanyi merupakan hobi bagi saya, dan saya bukanlah seorang penyanyi profesional serta tidak ada niat untuk berkarir di bidang musik,” tulis Dian.

“Saya mau terlibat di proyek ini karena good cause-nya dan juga bentuk apresiasi terhadap musik Indonesia dan teman-teman yang bekerja di dunia musik.”

Dalam rilis yang mereka kirimkan menyebutkan, bahwa keterlibatan Diskoria dan Dian dalam proyek kolaboratif ini tak lepas dari misi Diskoria untuk mendukung Yayasan Irama Nusantara dalam mengarsipkan musik Indonesia dari masa ke masa. Sejak 2013, Irama Nusantara telah mengarsipkan 41.328 lagu karya musisi-musisi yang pernah ada di Indonesia. Bahkan mereka memiliki arsip musik masa pra-kemerdekaan Indonesia dari era 1950-an.

“Generasi mendatang kelak akan sangat berterima kasih pada yayasan ini, yang tanpa henti mengerjakan pendokumentasian musik Indonesia, yang seakan tak pernah diperhatikan, yang jika dibiarkan, nama-nama besar musisi kita akan pudar dimakan zaman dan tergilas musik-musik impor tanpa mengenal musisi hebat negerinya sendiri,” tutup Diskoria.

Serenata Jiwa Lara juga dirilis dalam format video musik dengan Anton Ismael sebagai sutradara. Selain itu, gitaris White Shoes and The Couples Company yang juga dikenal aktif di dunia seni rupa, Saleh Husein, didaulat membuat artwork single ini dengan lukisan tangan.

….

One thought on “Serenata Diskoria feat Dian Sastro Untuk Jiwa Lara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *