Notasi Kembali Emo Sleep Paralysis

Notasi Kembali Emo Sleep Paralysis

Sleep Paralysis, unit emo/easycore Balikpapan merilis single “Kembali”. Foto : dok.Sleep Paralysis

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Balikpapan – Tiba-tiba terkenang gelombang easycore yang seperti menemukan muaranya. Mengenangnya sebagai gelombang pasang yang berderak membabat lingkar generasi yang terwakili spiritnya. Melebar sejak awal 2000 hingga bertahan dengan sisa-sisa yang ada saat ini. Semua gara-gara penemuan video musik New Found Glory yang singgah pada sebuah lini masa. Di Indonesia, pengusungnya nyaris bergejolak sana-sini. Mulai dari band baru hingga nama-nama besar yang kembali reuni.

Pun halnya dengan emo yang turut mempengaruhi mental anak muda menyukai musik pada masanya. Memenuhi koleksi musik pembangkit suasana emosi dengan Jimmy Eat World maupun Dashboard Confessional yang laris masa itu.

Lalu, setelah sekian waktu terhalang berbagai pretensi, aroma emo dan easycore kembali menyeruak, menemani waktu-waktu menuntaskan tenggat beberapa pekerjaan lepasan.

Begitulah, dan saat ini saya sedang mencoba mengawali notasi menuliskan kisah Sleep Paralysis, unit emo/easycore Balikpapan yang merilis “Kembali” sebagai upaya mereka mengenang emo yang menyertai tumbuh kembang tiap personilnya.

Muncul dari sekitar kawasan yang saya kenal dengan teluknya, Sleep Paralysis hadir seperti pembuktian makna musik yang menyebar. Memilih emo sebagai identitas musik seakan ingin mengembalikan masa-masa emo mereka untuk diperdengarkan masa-masa sekarang.

Proses kreatif yang mereka tekuni sejak meriset, merekam dan memaparkan musiknya kepada khalayak.

“Dalam proses perekaman pun kami meriset terlebih dahulu di sekitar, tentang apa yang sering terjadi dan dirasakan oleh jiwa serta rasa manusia. Lalu kami mengulik semua kata demi kata agar terciptakan perwakilan perasaan melalui lagu kami,” tulis pihak band dalam rilis yang dikirim untuk HujanMusik!.

Proses pembuatan lagu yang memakan waktu yang kurang lebih 1 tahun dan direkam secara mandiri itu memadu padankan antara emo, rock dan kemasan musik tempo metal breakdown. Konsep musik yang terinspirasi band luar seperti A Skylite Drive, Alesana, Saosin, Paramore, Attack Attack!

“Kembali” menjadi salah satu cara Putri mayang Sari (vokal), Iman Ramansyah (gitar), Randy Agam Mahar Deny (drum), Henry Yudi Amanda (bass) dan Nanda Giovanni (synthesizer), memaparkan musik mereka yang diklaim sebagai kontaminasi emo/easycore. Dirilis secara digital di youtube, spotify, joox, apple music dan juga deezer.

Selain audio, mereka secara kolektif dan mandiri merilis musik video.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *