Single Kedua Tono Prance dalam Stoner Rock

Single Kedua Tono Prance dalam Stoner Rock

Tono Prance, stoner rock Jakarta rilis single kedua. Foto : dok.Tono Prance

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Jakarta – Berkutat pada tempo lambat menuju sedang, getaran rock itu terdengar dalam tuning yang rendah. Dentuman bass yang keluar dari ampli pun tak kalah berat. Rekam memori musik terbatas saya lantas menandai bahwa ada unsur psychedelic rock bercampur blues-rock yang silang menyilang. Lantas bergumul dengan doom metal dengan gaya yang lebih repeyitif dan berpusat pada riff. Dari sana kemudian saya mengenal stoner rock, sub-genre rock yang berkembang biak dari dataran California, Amerika Serikat.

Vokal melodius dalam takaran retro yang mempengaruhi psikologis serta imajinasi, turut beriak sejurus saya menekuni “Elvis Elah” yang dibesut unit stoner rock lokal, Tono Prance. Single kedua kolektif musik yang terbentuk pada 2017 lalu itu. Setelah sebelumnya menuai respon positif pada single perdananya “Pendosa”.

Tono Prance, band yang memilih lahir dari aliran stoner rock itu merepresentasikan dirinya berasal dari kata “Tono” dan “Prance”. “Tono” sendiri memiliki makna nama seorang laki-laki dari tanah Jawa, delegasi ke-Indonesia-an yang coba dibenamkan sebagai band dengan nama Indonesia. Sedangkan “Prance” sendiri diambil dari diksi bahasa Inggris “Berjingkrak”.

Sesuai namanya, Tono Prance memang dibentuk Novaldi (vokal, keyboard), Iqbal (gitar), Wajidi (bass), Iwan (gitar) dan Guruh (drum) dengan tujuan membuat suatu musik berdampak, dimana pendengarnya terdorong untuk berjingkrak dengan musik mereka. Entah tujuannya tercapai atau masih dalam proses, yang jelas Tono Prance kukuh memainkan musik-musik yang beraliran stoner rock, psychedelic, psychedelic rock, dan hard rock. Laju musik yang mereka kemas dengan lirik yang bertutur aneka kisah kebaikan.

Pencapaian menarik sempat mereka torehkan pada tahun 2019, kesempatan kolaborasi dengan Ramayana untuk sebuah iklan mereka jalani. Tak hanya single-nya yang dipakai, mereka pun ambil bagian sebagai talent dalam iklan tersebut. Proses kreatif yang memotivasi Tono Prance untuk terus berkarya.

Hasilnya, Jum’at 7 Ferbruary 2020 lalu, mereka meluncurkan single ke-2 “Elvis Elah” secara digital. Sebuah lagu bercerita tentang sebuah “Harapan” dan ranah kebebasan yang diberikan. Dalam keterangan pihak band yang dikirim kepada HujanMusik!, Tono Prance memberikan kebebasan bagi para pendengar untuk mengartikan lagu “Elvis Elah”. Entah apa makna diksi “Elvis” dan “Elah” yang dimaksud, tetapi yang pasti mereka memaparkan harapan dalam banyak aspek kehidupan.

Kini single “Elvis Elah” sudah bisa dinikmati diberbagai macam platform musik digital. Materi pendorong mini album yang mereka rencanakan keluar tahun ini.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *