Rona Psychedelic Menghujam dari Ranu Pani Pada “Pitaloka”

Rona Psychedelic Menghujam dari Ranu Pani Pada “Pitaloka”

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Jakarta – Perjalanan melintas Bogor-Sukabumi via jalur alternative kali ini tak terasa terjal dan padat sebagaimana biasanya. Kiri kanan jalan tampak terasa lengang, persinggahan yang biasanya ramai pengendara menepi kini terlihat lega dan tak tampak geliat gairah senda gurau. Seperti senjakala tak terencana, keramaiannya kelak akan pindah pada sebuah tempat bernama rest area, sisi jalan tol yang menggantikan kepadatan jalur itu.

Saya termasuk orang yang percaya bahwa senjakala ada masanya singgah ada pula masanya ia tak benar-benar hadir. Tergantung bagaimana kita menyikapi sebuah proses, memintal peristiwa demi peristiwa dan menemukan adaptasi kreatif. Toh pada ujungnya semua akan bicara bagaimana bertahan. Pilihan melawan atau tertawan hanya soal energi saja. Seperti menyimak Psychedelic-Pop dalam rona perkembangan kawasan yang bisa baik bisa tidak.

Menarik Psychedelic-Pop dalam perjalanan kali ini mengingatkan saya pada nama Ranu Pani yang menyeruak sejak mereka merilis Double Single berjudul “Kandas Lalu Hilang Kemana” pada 11 September 2018. Nuansa yang semakin menghujam, memperdalam rasa menikmati memori keramaian dari atas jembatan tol. Satu sisi senang dengan perjalanan yang lancar, namun disisi lain ada kerinduan yang hilang.

Ranu Pani adalah band alternative-pop asal jakarta yang didirikan oleh Upi Maajid. Proyek musik yang semula hanya proyek kamar Upi sendiri. Dalam perjalanannya Upi mengajak tiga koleganya unrun memperkuat departemen instrumen, yaitu Miraj Al Dzahabi (drum, vokal), Ichsan Pramadi (bass) Haydar Narendradhipa (keyboard, vokal).

Sosok Upi Maajid memulai pencarian musiknya dengan sketsa dalam beberapa gaya dan aliran sejak 2017. Setelah sejumlah demo dan materi, proyek Ranu Pani akhirnya terbentuk dengan memilih karakter musik di bawah aliran alternative-pop/psychedelic-pop/dream-pop. Setelahnya, bersama Dzabi, Ichsan dan Dipo, terbentuklah gaya permainan panggung seperti saat ini.

Kini Ranu Pani kembali menghentakkan kakinya dalam industri musik Indonesia dengan single terbarunya berjudul “Pitaloka”.

Melalui peluncuran single “Pitaloka”, Ranu Pani membuktikan diri konsisten dengan mengusung aliran musik bernuansa Psychedelic-Pop dengan lirik berbalut Bahasa Indonesia. “Pitaloka” diambil sebagai judul untuk menggambarkan suatu momentum atau keadaan yang telah berlalu, namun patut untuk dikenang kembali sebagai cerminan diri.

“Pitaloka” adalah single pengantar EP debut Ranu Pani berjudul “Keberangkatan”. Melalui “Pitaloka” Upi sang penulis lagu berharap dapat memberikan warna baru musik psychedelic di Indonesia yang identik dengan musik Rock dan lirik berbahasa Inggris. Penggunaan lirik berbalut Bahasa Indonesia dalam proses pembuatan lagu-lagu di dalam EP Keberangkatan merupakan satu usaha Ranu Pani untuk memasyarakatkan musik psychedelic kepada khalayak umum di Indonesia.

Single “Pitaloka” dirilis oleh Ivy League Music dan dapat dinikmati secara digital mulai 31 Januari 2020 di berbagai layanan music digital dan video lirik tersedia di Kanal Youtube Ivy League Music.

.

One thought on “Rona Psychedelic Menghujam dari Ranu Pani Pada “Pitaloka”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *