Energi Lokal Putrra.J untuk Gerak Interlokal Rapper Banjarmasin

Energi Lokal Putrra.J untuk Gerak Interlokal Rapper Banjarmasin

Putrra.J, rapper Banjarmasin merilis single “Energi Anum”. Foto : dok.Putrra.J

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Banjarmasin – Hilir mudik diatas panggung, melompat dan sesekali menghambur mendekat kea rah crowd. Kostum serba longgar dengan tatanan aksesoris memenuhi badan seperti menjadi perangkat wajib, penanda identitas bahwa mereka adalah seorang rapper. Sosok yang memerankan satu dari empat elemen budaya hip-hop dengan teknik vokal berkata-kata dengan cepat. Sebuah akar yang jika ditelusuri tumbuh bergerak dari cerita berirama, seperti di Afrika Barat dengan adanya griots.

Kini cerita berirama itu terus tumbuh berkembang, melompat ke Amerika Serikat dan terus menyebar hingga Indonesia kebagian pengaruhnya. Di Indonesia musik rap terus berkembang dan menjadi salah satu genre musik yang mendapat perhatian. Musisi-musisi lokal yang karya musik rap atau hip-hopnya telah meramaikan khasanah musik Indonesia.

Bahkan buah kecerdasannya tak semata mengikut gaya yang ada, talenta rap lokal kini sudah banyak yang berani meleburkan dengan budaya lokal tempat mereka berasal. Penggunaan dialek dan bahasa lokal tak lagi tabu dan curi-curi. Mereka bahkan berani tampil sejak repertoar pembuka hingga pungkasan. Sebut saja rap bahasa jawa, sunda, banjar dan atau dialek lainnya yang bertebaran.

Kini dari Banjarmasin ada satu talenta rap bernama Putrra.J tampil dengan bakatnya dalam lagu “Energi Anum”. Lagu kedua setelah sebalumnya ia melepas single pertama “Holiday”.

Putrra.J merupakan rapper dan penulis lagu yang lahir dan tumbuh di Banjarmasin, sebagai wujud kecintaan pada tanah kelahiran ia hadirkan “Energi Anum” dalam bahasa banjar. Sebuah lagu yang ia khususkan untuk kaum rebahan, pesan untuk menghimpun atau memberi semangat kepada para generasi muda untuk berbuat lebih dan bisa membawa nama baik daerahnya, juga negaranya.

Energi dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai semangat dengan stamina prima. Sementara ‘Anum’ merupakan kata dalam bahasa banjar yang artinya anak muda atau jiwa muda.

Ada alasan tersendiri menggunakan bahasa banjar kedalam lagunya kali ini. Selain kemasan rasa cinta tanah kelahiran, penggunaan ini menjadi bentuk keprihatinan karena terpinggirnya budaya lokal dari generasi muda.

“Saya termotivasi untuk membuat suatu karya yang menggunakan bahasa daerah, karena saya percaya dengan lagu lagu daerah juga bisa up serta hype dan bisa mengambil poros penting di dalam industri musik indonesia,” terangnya dalam rilis yang ditulis untuk HujanMusik!.

Menurutnya hype atau kekinian, tak harus 100% berkiblat kepada dunia barat atau kebarat baratan. Semua tetap bisa terlihat keren dengan bahasa daerah sendiri. Tak perlu sekedar menilai, membanding bandingkan karya yang ada, terjun dan terlibatlah agar bisa merasakan seperti apa rasanya berjuang.

Seperti pesan Putrra,J yang mengajak generasi muda untuk tunjukkan apa kontribusi untuk daerahnya.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *