Musik Instrumental Pembawa Pulang Kundika Sani

Musik Instrumental Pembawa Pulang Kundika Sani

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Bogor – Warna-warni menghias wahana ketika pandangan mata beradu dengan artwork rilisan musik eksperimental asal Bogor. Seperti kehendak tak berkesudahan, rasa penasaran mendera untuk terus mencoba mengorek makna dalam dibelakangnya. Lantas saya seperti diajak mendarat pada sebuah belantara borneo berkat bebunyian sape yang mendominasi sejak awal hingga pungkasan rilisan. Diajak singgah demi menikmati gerak-gerik burung Enggang yang terkatung-katung. Pesan tersirat sang pembuat karya, agar pendengarnya memperhatikan keberadaan fauna yang kian menipis jumlahnya itu.

Begitulah, menyimak karya Kundika Sani tak ubahnya menekuni keberanian idealis yang lama terdiam. Proyek seni idealis yang ditemukan dan dirintis Normandia Sirait bersama Rissa Rentua. Proyek musik yang semula berupa proyek tari dengan iringan musik tanpa syair, sebelum akhirnya mengarah pada musik instrumentalis.

Bermula dari ide penciptaan musik yang menggelembung memenuhi pikiran, lantas dimuntahkan meski terkendala dengan lirik. Audio yang kemudian dipertemukan dengan visualisasi penari Rissa dengan konsep lose feet.

Pada rilisannya kali ini, Kundika Sani memilih judul berbahasa dayak “KU NE ULIG NIANG” yang artinya “take me home”. Konsep karya sederhana dan ringan dengan gaya hiipies 60 an era flower generation, dipadu padankan dengan petikan “sapeg” khas Normandia. Sampai disini saya seperti dikembalikan pada era pertama mengenal world musik, namun dengan nuansa yang lebih berkesan alternative rock dalam balutan etno ( etnik dan techno.

Proses perekaman “KU NE ULIG NIANG” dilakukan secara mandiri di studio pribadi Normandia. Musisi yang juga sempat menjelajah ke negeri Jepang bersama proyek grunge-nya Kezia itu, memaksimalkan alat-alat vintage yang dimilikinya untuk menemukan musik yang diinginkan dan meramu sebaik mungkin. Proses mixing dan mastering kali ini dibantu Anto Yohanes dengan menggunakan metode re amp, yaitu proses yang menghilangkan kesan chessy digital. Sementara untuk publisher-nya Kundika Sani menunjuk Amplop Record sebagai pelaksananya.

Untuk art work sendiri, Normandia menggunakan photo yang ia dapat saat berpergian ke suatu tempat alam terbuka, dan menemukan moment dimana kupu kupu menempel di sebuah sepatu yang berwarna sama dengan warna corak kupu kupu tersebut, akhirnya di pilih lah artwork ini untuk menambah kesan kebebasan yang mendukung lagu dari Kundika Sani.

“Lagu ini sendiri tercipta di tahun 2012, tapi baru di garap di tahun 2020. Segera rilis video clip nya di kanal digital juga,” tulis Normandia dalam rilis media-nya untuk HujanMusik!.

Sebuah musik pembawa pesan untuk pulang, kembali kepada apa-apa yang telah ditinggalkan dalam makna kerinduan positif. Mencipta untuk kembali kepada karya yang membesarkannya. Seperti musik instrumental yang menjadi penerus setelah hingar bingar Normandia dengan poyek musik elektronik, HORE.

Harapan agar pesan untuk membawa kembali pulang yang telah di tinggalkan dapat tercipta dan tersampaikan.

….

2 thoughts on “Musik Instrumental Pembawa Pulang Kundika Sani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *