Memahat Memori Masa Depan ikkubaru

Memahat Memori Masa Depan ikkubaru

ikkubaru, kuartet pop asal Bandung melepas “memories” sebagai single baru. Foto : dok.ikkubaru

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Jakarta – Saya masih belum bisa melepaskan diri dari cengkraman musical lantai dansa era 80-an. Entah kenapa, mendengarkan ketukan dan pecahan sound yang ditimbulkan seperti menjejak kembali pada era televisi swasta nasional belum segelimang sekarang. Sementara radio-radio rajin memutar karya Ari Wibowo hingga Fariz RM. Sekelumit kenangan masa ingusan yang muncul setelah menyimak single terbaru ikkubaru, “Memories”.

ikkubaru adalah satu nama kuartet pop pergerakan musik independen asal Bandung yang menyiarkan karyanya hingga ke tanah Jepang. Sejak berdiri pada 2011, ikkubaru telah merilis album penuh, album mini dan single-single lepasan, sebuat saja; “Hope You Smile “[EP] – Maltine Records (2013), “Amusement Park” [Album] – Hope You Smile Records (2014), “Brighter” [EP] – Hope You Smile Records (2015) dan “Amusement Park [Exclusively in Indonesia]” – Monolite Records dan Misashi Records (2017).

Menariknya, rilisan mereka tak hanya dalam bentuk digital, namun juga fisik. Mulai dari kaset, CD hingga vinyl.

“Memories” merupakan single yang segera memenuhi ruang dengar sebagai album baru ikkubaru. Tanda-tandanya sudah dikirim sejak mereka melepas tiga lagu pemantik “Let It Swing,” “Silent” dan “Street Walkin”. Muhammad Iqbal (vokal, keyboard dan gitar), Rizki Firdausahlan (vokal dan gitar), Muhammad Fauzi Rahman (bas) dan Banon Gilang (drum) membeti tajuk “Memories” sebagai pesan positif untuk masa depan.

“Memories” bertutur memori atau ingatan sebagai harta karun yang luar biasa bahkan manfaatnya bisa terasa di masa depan. “Jika kita tahu cara mengolahnya untuk menjadi sesuatu yang baik. Memori yang dimaksud akan bermuara pada jalan yang selaras di masa depan. Tentu dengan tanpa menghiraukan baik atau buruknya memori tersebut,” ujar Muhammad Iqbal, sang penulis lagu, dalam rilis yang disampaikan kepada HujanMusik!.

Dari sisi penggarapan musik, single “Memories” menyajikan gaya bermusik New Jack Swing yang menyerempet seperti layaknya bebunyian yang pernah dipopulerkan penyanyi kelahiran Boston, Bobby Brown. Dalam pendekatan sederhana saya dengan mudah menyebut “Memories” sebagai musical lantai dansa era 80-an. Kentalnya musik tersebut lantas dileburkan dengan benang merah dari ke-khas-an irama musik ikkubaru itu sendiri.

Seperti lagu “Street Walkin”, “Memories” juga kembali menempatkan vokal Rizki Firdausahlan didalamnya. Hal ini menandakan bahwa mulai di album ke dua ikkubaru, ada porsi-porsi yang lebih yang terbagi dari biasanya.

Selain merilis “Memories” dalam format audio, ikkubaru juga turut menebarkan tangkapan visual dalam format video music. Video musik digarap dengan kendali sutradara dalam negeri yang kini menetap di Jepang, Aril Aditian. Sedang untuk aktornya di perankan oleh model asli Negeri Sakura bernama Syreeta Ko. Nama-nama lain yang juga ikut andil menjadi bagian dari video klip ada Aubrie Karenina yang andil sebagai director, Taufik Fitrianto dan Ratu Anjani sebagai Editor, hingga Lidiana Rusli sebagai make up artist.

“Memories” terhitung resmi di rilis pada Jumat, 20 Desember 2019 lalu. Untuk video klip dapat ditonton di channel resmi ikkubaruVEVO, sedangkan khusus untuk audionya bisa dinikmati di pelbagai layanan musik dengar semacam Spotify, Deezer dan lain sebagainya. Untuk teman ilustrasi nan penuh warna adalah hasil kolaborasi tangan terampil seroang Tiyan Muhammad.

Memulai karir bermusiknya pada tahun 2011 di Bandung. ikkubaru awalnya hanyalah sebuah bedroom project milik Muhammad Iqbal yang kemudian berkembang bersama Rizki Firdausahlan, Banon Gilang, dan Fauzi Rahman. Kebersamaan mereka lantas menghasilkan racikan materi-materi easy listening penuh melodi catchy dengan pendekatan lirik ragam bahasa (Indonesia, Inggris dan Jepang).

Musik yang ditampilkan ikkubaru, merupakan hasil kegemaran mereka kepada solois Jepang seperti Tatsuro Yamashita, Kadomatsu Toshiki serta band-band Inggris macam Tears For Fears, Prefab Sprout, dan Pet Shop Boys. Nama ikkubaru sendiri diambil dari nama belakang Muhammad Iqbal yang diterjemahkan ke bentuk Katakana.

….

One thought on “Memahat Memori Masa Depan ikkubaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *