Hembusan Hardcore Righting Wrong Siap Dengan Album Kedua

Hembusan Hardcore Righting Wrong Siap Dengan Album Kedua

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Jakarta – Getaran sisa kendaraan masih kuat terasa, tonase muatan yang entah berapa ukurannya cukup menyisakan debu picisan yang tak kunjung reda. Menyesal bersepeda dijalur aspal keriting yang harus berlomba dengan truk dan angkutan penumpang ugal-ugalan. Lebih nyaman menyimak sajian hardcore lokal semalam, seperti saat menemukan video Righting Wrong “Born To Be Free” yang bergulir sejak 5 tahun lalu.

“Born To Be Free” merupakan bagian kecil dari album “Muda Berbahaya” yang dirilis hardcore asal Pekalongan itu. Kini setelah 5 tahun perilisannya, atau 14 tahun sejak mereka berdiri album baru tengah disiapkan untuk ditebar.

Righting Wrong adalah salah satu nama yang menempatkan dirinya sebagai band yang tergabung dalam kompilasi bertajuk “Sambung Balung”, sebuah kompilasi yang diinisiasi komunitas Batik City Hardcore (BCHC). Kompilasi hasil kolaborasi dengan Wound Skate Cloth. Kompilasi yang menjadi titik tolak Rezha (Vokal), Saddam (Bass), Umam (Gitar), dan Kemmal (Drum) berangkat melakukan ibadah tour bersama salah satu unit hardcore asal Kuala Lumpur, Malaysia, Thy Regiment. Tour dengan tajuk “Iron Heart Indonesia Mini Tour” ini berhasil menjelajah 3 kota di Pulau Jawa, yaitu Jakarta, Bandung, dan terakhir Pekalongan pada pagelaran Batik Under Attack.

Ada yang berbeda dari album Righting Wrong yang rampung pada awal tahun. Mereka menyuguhkan lebih banyak riff ala heavy metal yang dibalut dengan ketukan hardcore. Konsep baru akbibat masuknya punggawa baru yaitu Umam yang memberikan sentuhan berbeda pada lini Gitar. Sejak tahun 2006 hingga 2019, Righting Wrong sudah beberapa kali melakukan pergantian pemain hingga akhirnya Umam masuk dan mengisi kekosongan tersebut.

Selain dari proses pengerjaan album yang telah memasuki tahap akhir, Righting Wrong bersiap menggelar perayaan rilisnya album kedua mereka.

Pengerjaan album berlokasi di 4wd Studio Semarang dengan proses mixing mastering hasil olahan Hamzah Kusbiyanto, sosok yang mengawal proses pembuatan album Righting Wrong sejak album “Muda Berbahaya”. Sentuhan tangannya sudah banyak dirasakan band-band keras untuk proyek musik semacam “Re-Attitude” milik D.P.M.B, “Oblivion” milik Doyz, hingga “Illmortality” milik EyeFeelSix.

Babak baru dari unit hardcore asal Pekalongan-Jawa Tengah ini memang layak disimak. Selamat Righting Wrong.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *