Supernaut, Heavy Rock Surabaya yang Melolong dengan “Kawanan Serigala”

Supernaut, Heavy Rock Surabaya yang Melolong dengan “Kawanan Serigala”

Supernaut, heavy rock Surabaya yang telah merilis single “Kawanan Serigala”. Foto : dok.Supernaut

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Surabaya  – Alunan heavy rock membahana merebahkan segala kebisingan yang mengganggunya. Mamatuk dan mengarahkan kabin pendengaran untuk ikut berderak mengikuti alunan sound fuzz yang disajikannya. Drive vintage tahun 70 an terdengar sangat kuat terasa. Sampai-sampai saya terlupa bahwa saat itu saya sedang dalam kekalutan pintu keluar tol yang rumit.

Menggelinding bersama “Kawanan Serigala” yang dibaiat Supernaut, unit heavy rock Surabaya, seperti mengajak balik masa-masa rock klasik mengemuka. Masa-masa distorsi gelap bak melintas pada pusaran ketika legenda Black Sabbath menuntaskan konsernya yang berkesan untuk telinga asia.

Seperti halnya Irvan Aditya (vokal/gitar), Chriswanda (bass) dan Ganang Yogut (drum) yang mengakui kekagumannya pada heavy rock besutan Ozzy Osbourne dan kolega itu. Kekaguman yang secara positif keluar dalam bentuk karya musik dengan sound yang cukup berkarakter.

Hasilnya pada tahun 2017 komplotan rock asal Surabaya itu kemudian memastikan nama Supernaut sebagai identitas bermusik mereka. Sebuah nama yang entah disengaja atau tidak bisa memunculkan multi sangkaan berbeda-beda. Bagi saya nama Supernaut selalu terpaut dengan lagu kelima dari album Vol. 4 band heavy metal Inggris Black Sabbath tadi. Nama yang sama dengan band pop glam asal perth, Australia rintisan 1974.

Lalu Supernaut Surabaya itu pun tetaplah konsisten meneruskan kolektif musik dan keluarlah rilisan single bertajuk “Kawanan Serigala”. Buah ketekunan berproses dan menolak berhenti, setelah beberapa kali mengalami pergantian personil.

“Kawanan Serigala” mencul untuk bertutur tentang perjalanan Supernaut dengan segala lika-liku yang mereka hadapi. Pilihan diksi dengan analogi Serigala seperti menjelaskan representasi mereka tentang komunal. Serigala menjadi simbol identik dengan berkolono dan loyal terhadap kelompoknya.

Pun demikian dengan Supernaut yang tetap loyal kepada proses penggarapan karya bersama kolega.

Single “Kawanan Serigala” digarap di Kharisma Studio untuk isian drum dan bass. Sementara gitar dan vokal dilakukan secara home recording oleh Chitoz Ignore. Sosok sound ebgineer itu juga merangkap peran sebagai peracik musik tahap akhir atau mixing-mastering.

Pintu gerbang tol telah terbuka, setelah menuntaskan proses tap kartu dan meluncur bebas, saya merasa perlu berterimakasih pada “Kawanan Serigala” karena sudah menemani kemacetan antrian. Meninggalkan emosi untuk melolong, tancap gas menuju destinasi.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *