Tendang Menendang “Stomp” Akhir Tahun Dubyouth Soundsystem

Tendang Menendang “Stomp” Akhir Tahun Dubyouth Soundsystem

Dubyouth, duo dub music Yogyakarta melepas single “Stomp” akhir tahun 2019 lalu. Foto : dok.dubyouthyk

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Yogyakarta  – Matahari beranjak merunduk mengiringi jejak berkendara yang tengah saya alami. Jejak siang menuju akhir pekan yang menyelam dan memberi tanda pergantian warna dan peran orang-orang didalamnya. Setelah puas berjibaku atas nama pejuang kehidupan, mendekati malam berganti peran sebagai pemburu hiburan.

Pun halnya dengan saya yang juga manusia biasa. Menambatkan hiburan pada duet kreatif dari akar yang sama, Dubyouth Soundsystem. Musik remix terdengar tendang menendang, mengukir racikan elemen music sejak dari reggae, jungke, house sampai dengan dub music.

Begitulah PoppaTee a.k.a Heru Wahyono “Shaggydog” dengan Metzdub saat menggeber “Stomp” sebagai proyek musik barunya. Pungkas mendengarkannya dikala rehat, membuat energi berkendara saya tak merasa minoritas, meski sepeda jenis Fatbike yang saya kendarai ada diantara rombongan kopi darat sebuah klub otomotif.

Setelah sukses merilis “Roots” (Desember 2018) dalam bentuk digital dan video musik yang dikerjakan dengan tehnik yang tidak biasa, Dubyouth menambah koleksi jelajah peramban musiknya. Disela rangkaian manggung Heruwa yang padat berbagi dengan Shaggydog serta jadwal mengasuh anak, Dubyouth kembali melepas single terbaru. “Stomp” dipilih sebagai judul lagu yang bakalan membuat siapapun yang mendengarnya tidak kuasa menghentak lantai dansa.

Sebuah lagu yang justru terinspirasi dari kedekatan Heru dengan anak semata wayangnya, Atha.

“Setiap habis mandi, Atha pasti disuruh membersihkan kakinya di keset sama mamanya. Nah pas membersihkan kaki tadi di-iringi dengan kata-kata “stomp, stomp, stomp” , dengan nada seperti di lagu “Stomp” ini” ujar Heruwa mengenai kisah dibalik penciptaan “Stomp”, seperti yang ia tuliskan untuk HujanMusik!.

Dari sisi musikal, “Stomp” mencampurkan komposisi dari beberapa irama dan nada. Dimulai dari intro-nya yang mengadopsi musik khas Timur Tengah lengkap dengan alunan serunai. Beranjak ke tengah ada nuansa Meksiko dengan tiupan trumpet Rio Sidik yang meliuk membawa angan kita menuju ke sebuah pesta kartel di Sinaloa.

Begitulah, “Stomp” bisa jadi melekatkan musiknya dengan mengadopsi scale tradisional dari Arab dan atmosfir Meksiko tapi beat Reggaeton tampak mendominasi keseluruhan komposisi-nya. Lantas musikalnya dipermanis lagi dengan balutan string dari Ferry Kurniawan dan genjrengan gitar kolega Heruwa di Shaggydog, Raymond. Belum lagi vokal centil Melati (yang pernah menjadi backing vokal di lagu Shaggydog feat. NDX AKA – “Ambilkan Gelas”) menambah semarak lagu berdurasi 4.17 menit ini.

Setiba dirumah, saya masih memutar ulang “Stomp” dengan tambahan pengeras suara. Hasilnya sekumpulan anak tetangga yang pulang bermain bola menggoyangkan badannya, tak peduli liriknya dalam bahasa apa.

Single Dubyouth – Stomp secara resmi dirilis pada 26 Desember 2019 melalui DoggyHouse Records. Single ini bisa didengarkan melalui kanal musik digital semacam iTunes, Spotify, YouTube Music, Deezer dan lainnya.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *