Tata Cara Karsha Tentang Titik Terang Kesendirian

Tata Cara Karsha Tentang Titik Terang Kesendirian

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Yogyakarta  – Pendar sinar menembus batas angkutan kota yang tengah beranjak pelan meninggalkan terminal. Bergerak menerka pagi yang tampaknya terlalu dini untuk dihakimi sebagai sepi. Didalamnya saya sedang menyimak biusan musik apik dari kolektif chamber pop/folk alternative Yogyakarta bernama Karsha. Menjelang akhir 2019 lalu mereka melepas “Calm Hill” ke udara, merasuk dalam ruang dengar digital penyuka musik nusantara, dan mungkin saja dunia.

Tak lama kemudian merekapun mengabarkan bahwa representasi lirik dan musiknya sudah bisa disimak melalui Official Music Video “Calm Hill”. Kabar yang juga menandai perilisan single baru berjudul “Calm Hill”, telah tersedia di platform digital pada tanggal 22 November 2019. Band yang terbentuk pada akhir 2017 di Yogyakarta ini memproduksi singlenya atas kerjasama dengan produser Sasi Kirono (Satrio Piningit).

Lagi-lagi saya harus akui tergugu dengan aransemen musik yang tenang, lalu dihempaskan dengan ritme yang berangsur menggebu-gebu. Pada sebuah bukit yang menawarkan ketengan, saya seperti diajak meluncur kebawah, terjun ke bawah bukit untuk sujud syukur atas perjuangan dan proses yang telah dilalui.

Chamber pop balutan Agustina Lestari (vokal), Alfin (gitar/vokal), Yusdhy Prakoso (gitar. Ari Armanda (gitar). Yuri Ramadhan (bass) dan Yordannata Rindhi (drum) itu seperti mengajak berpetualang melintas batas imaji. Melihat timbunan semangat di atas bukit, dikuatkan untuk pantang menyerah dan terus mendaki. Berbalut ketenangan yang dirasa, setelah berdamai dengan diri sendiri. Pondasi kokoh untuk kembali berjuang dan memperjuangkan harapan.

Secara umum materi dalam lagu ini memiliki kesan dewasa dari lagu – lagu yang dirilis Karsha sebelumnya. Pada titik ini saya sepakat, mendengarkan “Calm Hill” saya menyadari bahwa musik yang ditawarkan memiliki tensi menanjak sejak awal, memberi rasa pekat dan menekan yang kemudian perasaan. Lalu berangsur – angsur terlepas bebas, seiring intesitas drum yang meningkat, kemudian part solo piano yang tiba – tiba muncul di tengah – tengah lagu, menciptakan sebuah transisi emosi yang kontras dan lebih nyata untuk menggambarkan perasaan yang ingin disampaikan lirik. Sebuah kisah duka yang berakhir dengan indah.

Dalam Video musik “Calm Hill” Karsha berkolaborasi dengan dengan seorang ballerina bernama Cahyarani Paramesti sebagai pemeran utamanya. Penggarapan video musik dilaksanakan ileh produser Isac Kumoro dengan melibatkan pengarah gaya Rintrian, sinematografer oleh Agung Sulistiyo, Yoga Ardiantama dan M. Hafiz Ilmi.

Perpaduan musik “Calm Hill” dan keanggunan bahasa tubuh Cahyarani sepertinya cukup berhasil menampilkan chemistry yang kuat. Video musik “Calm Hill” seperti menyampaikan sebuah titik terang yang mengubah pandangan kebanyakan orang yang merasa kesendirian itu menyakitkan. Sendiri adalah momen yang tepat dalam proses berdamai dengan diri dan segala keterpurukannya. Merefleksi semuanya yang negatif menjadi positif.

….

One thought on “Tata Cara Karsha Tentang Titik Terang Kesendirian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *