“Stoned”, Karya Dewasa Ketiga CrackedEggs

“Stoned”, Karya Dewasa Ketiga CrackedEggs

CrackedEggs, unit southernrock Bandung merilis single ketiga. Foto : dok.CrackedEggs

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bandung  – Dengung hornet masih terdengar mengerikan. Mitos sengatan mematikannya kian mendekati fakta, tatkala banyak media mengulasnya dari segala sisi. Jelas, kengerian mana yang tak hinggap kepada kami malam itu. Sebagai petugas kenyamanan lingkungan, saya memang sedang menjadi tenaga cadangan evakuasi sarang hornet bersama petugas resmi utusan balaikota.

Teror kengerian kami sikapi dengan memasang musik kesukaan, selain kostum sangkaan aman tentunya. Earphone-headphone melekat dikepala kami masing-masing, pilihan saya saat itu menempatkan playlist Motorhead, Blacksabbath, Muse, Jimmy Page dan Radio Moscow. Sementara untuk lokal saya memilih sadurannya, yaitu CrackedEggs. Sejurus kemudian “Stoned” milik CrackedEggs mengalun mengiringi keasyikan menyaksikan proses ‘pengamanan’ sarang hornet.

“Stoned” dan hornet menjadi paduan kengerian yang salah tempat. Saya nyaris lupa bagaimana rasanya membawa karung berisi sarang tawon. Lengkingan sound gitar, gelindingan bass dan konsistensi beat drum buatan Viddy, Fajar, Izal, dan Mulki mengaburkan semua rasa. Hanya kelegaan karena misi memusnahkan teror tercapai yang paling saya ingat. Paling tidak komplain warga sementara mereda.

CrackedEggs adalah unit southernrock berbalut rock and roll asal Kota Bandung yang lahir pada 2015 silam. Bermula dari duo musisi Fajar & Afrizal, menyambung Mul sang gitaris dan Viddy sang drummer. Bandung dengan modal kekuatan, keseriusan, dan kenyamanan, mendidik CrackedEggs hingga merilis single ketiga “Stoned” pada 22 November 2019 lalu.

Rilis secara digital di Spotify, Dezzer dan Tidal sebagai partner tetapnya, “Stoned” merupakan karya dewasa yang meneruskan “The Sinner”. Karya sebelumnya yang sudah wira-wiri dijalur dengar digital.

Single dalam durasi 4 menit 49 detik itu menjadi karya kritis CrackedEggs soal banyaknya orang yang sering mempermainkan perasaan pasangannya dan dengan percaya diri mengumbar kemahirannya berganti pasangan. “Stoned” pada akhirnya menjadi kata pengganti kenikmatan dengan plakat peringatan, “Hati – Hati dalam Memilih Pasangan”.

Begitulah, Viddy, Fajar, Izal, dan Mulki sepakat menawarkan rasa yang berbeda untuk para penganutnya. Sound yang menurut mereka lebih sexy dan chill, menjadi perwakilan bahwa musik rock CrackedEggs dapat dinikmati semua kalangan bahkan dalam bimbingan orang tua sekalipun…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *