“Jaka Dara” dan Seribu Asa Pop Progressive Jasmine Elektrik

“Jaka Dara” dan Seribu Asa Pop Progressive Jasmine Elektrik

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Yogyakarta  – Nada letih itu merintih, mewakili seksi romantis yang ditahbiskan untuk diulas. Tak ada rekaman tuntas untuk menyampaikan titik puncak, kecuali versi lama dengan segala legendanya. Semua mengalir bercerita sewajarnya, narasi tentang elegi cinta disekitar kita yang dipaparkan dengan timbunan melody trumpet yang menyengat. Membawa angan masa muda-mudi, membuka tabir panas-dingin hubungan jarak jauh yang penuh terka.

Saya sedang menyimak narasi elegi cinta “Jaka Dara” yang di-mantra-kan kolektif pop progressive Yogyakarta, Jasmine Elektrik. Buliran narasi yang tersapu lantunan melody manis musim penghujan. Karya yang menjadi wujud konsistensi Jasmine Elektrik didunia hiburan khususnya musik Indonesia.

“Jaka Dara” adalah single keenam Jasimine Elektrik, setelah sebelumnya mereka sempat merilis “Enyah”, “Ibu”, “Karna Dia”, “Merancang Masa Depan”, dan “Bahagiaku Sederhana”. Single keenam Jasmine Elektrik kali ini terasa lebih istimewa. Terlihat jelas upaya mereka memberi banyak warna dengan memasukkan penambahan instrument lain yang pelum pernah mereka lakukan pada single sebelum-sebelumnya.

Contoh nyata, adanya lantunan manis trumpet membuka nada di lagu ini. Sangat mewakili nuansa romantis dan sedikit melow yang menjadi tema dan pesan yang akan disampaikan. Dengan sentuhan instrument minimalis dengan dibantu “Aming” Bergas Iswara pada trumpet, di track ini Jasmine Elektrik memberikan musik yang apik sederhana namun tetap istimewa. Melow tapi tak cengeng.

“Jaka Dara” adalah representasi jaman yang bertaburan teknologi. Masa dimana ruang dan waktu menjadi tak terasa. Meski demikian nuansa berbeda tetaplah terjadi jika bicara cinta. Banyak yang menjalani cinta jarak jauh dan banyak pula cerita didalamnya. “Jaka Dara” adalah cerita dimana perjuangan untuk mempertahankan hubungan tidaklah mudah. Ia mewakili perasaan para pejuang jarak dan memberi semangat untuk tetap berjuang demi cinta.

 

Mengenal Jasmine sejak masa akustik, membuat saya selalu yakin dengan materi berkualitas kolektif Pram (gitar), Djoko (bass), Wasis (drum), dan Dika (vokal) itu. Sebagai band akustik dengan perjalanan musik selama 15 tahun, Jasmine sudah banyak menciptakan kenangan tersendiri lewat karya-karya mereka. Lantas pada tahun 2018 mereka memilih memperkaya musikalitasnya dengan sound lebih beragam yang kental warna elektrik. Perubahan warna dan format musik yang ditandai dengan berubahnya nama menjadi Jasmine Elektrik.

Jasmine masa akustik dsempat digawangi Yudha sebagai vokalis, pada format elektrik ini Dika menggantikan Yudha sebagai pengendali departemen vocal. Termasuk penambahan instrument keyboard yang memperkuat warna elektrik pada karya-karya yang akan disajikan Jasmine Elektrik.

Jasmine Elektrik adalah pembaharuan spirit, visi dan misi dalam rangka membuat rumah baru bagi pendengar setianya. Kekuatan lirik dan kematangan dalam bermusik menempatkan Jasmine Elektrik sebagai satu dari kolektif penting yang mewarnai khasanah musik tanah air.

Musik Jasmine Elektrik memang berkualitas…..

One thought on ““Jaka Dara” dan Seribu Asa Pop Progressive Jasmine Elektrik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *