“It’s Alright”, Tanda Maaf Album Tertunda, EP Mengudara!

“It’s Alright”, Tanda Maaf Album Tertunda, EP Mengudara!

Miftah Bravenda, merilis ambient music bertajuk “It’s Allright”. Foto : dok. Miftah Bravenda

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Banten  – Masih bersama hening, saya memilih menyemai perasaan dalam tentang waktu. Berjalan penuh tanpa memperdulikan cahaya yang berusaha mematahkan kebersamaan saya dengan hening. Jalan tengah sepi, lalu-lalang sedang memilih liburan. Sementara kekuasaan tengah bersandang ambigu atas nama pembangunan. Dan saya masih bersama ambient music besutan musisi dan produser Miftah Bravenda.

Perjalanan mengarungi medium ambient music beberapa tahun ini, membawa Miftah Bravenda merilis kumpulan karya dalam mini album. Buah keberhasilannya mengumpulkan beberapa karya musik, baik melalui single maupun mini album.

Selepas single “Fearless”, Miftah sempat menjanjikan rilis debut albumnya pada akhir Oktober lalu, sayangnya beberapa faktor menunda perampungan album. Lantas bertekad menyatakan tanda maafnya kepada khalayak. Pada 15 November lalu tanda maaf itu meluncur melalui sebuah EP album yang berjudul “It’s Alright”.

Seperti dalam karya-karya sebelumnya, Miftah selalu menitik beratkan komposisi musik latar sebagai medium penyampai pesan. Para pendengarnya diajak menyibak petualangan nada dan komposisi setapak demi setapak.

“It’s Alright” merupakan EP album yang digarap oleh Miftah melalui keresahan dirinya tentang suasana kehidupan problematik manusia. Secara garis besar, kehidupan problematik tentunya memiliki sudut pandang yang luas. Melalui EP album ini Miftah mencoba memetik topik kecil tentang kondisi atau keadaan alam bumi kita hari ini.

4 tangga lagu dalam EP ini disusun dengan plot cerita atau konflik, layaknya sebuah film. Mendengarkan album ini seperti diajak masuk menjadi pemeran utama sekaligus memicu khalayak untuk memvisualkan kisahnya masing-masing. Dalam EP It’s Alrirght kali ini, Miftah meracik susunan lagu bernuansa latar menjadi sebuah plot atau alur cerita yang saling berkaitan satu sama lain. Produser sekaligus sound engineer asal Kota Serang ini memetakan akar masalah melalui Moon Healing, A Broken Continent, Three Pastel Moons hingga Wait For You.

Sebuah sebab-akibat yang dimunculkan berkaitan dengan perilaku manusia. Perlunya manusia berkaca bahwa apa yang terjadi dengan bumi hari ini merupakan sebuah peristiwa kelalaian kita sebagai manusia dimasa lalu. Dampak, ulah, renung, dan menunggu adalah sebuah peristiwa yang dalam karya ini merupakan sebuah sajian sekaligus rangkaian perilaku manusia memperlakukan lingkungan.

Album dengan berlandaskan rangkaian plot cerita tersebut pada akhirnya membuat Miftah menyimpulkan, bahwa semua keadaan tersebut akan berkahir dengan baik-baik saja meskipun keadaan ini terlihat sangat kontras ataupun satir. Konsep karyanya ini hanya sebatas pagar sekaligus dasar bagi Miftah dalam membuat karya. Menunjuk ambient music sebagai medium karyanya membuat Miftah pada akhirnya selalu memberikan kebebasan kepada khalayak untuk mempresepsikan alunan musik instrumennya tersebut.

Tidak seperti biasanya, dalam album ini Miftah menyelipkan unsur musik Tame Impala ke dalam proyek musiknya. Hal ini bisa didengarkan pada tangga lagu nomor 2, yaitu “A Broken Continent”. Termasuk adopsi komposisi yang berkiblat kepada M83 dan bisa kita dengarkan pada lagu “Three Pastel Moons”. Miftah mengakui dengan adanya eksperimen baru ini dirinya berharap agar medium yang ia kerjakan bisa memiliki dinamika menarik.

Spesial di album ini juga, Miftah meminjam sebuah karya seri milik Dwiputri Pertiwi yang berjudul “Sleep Paralysis” untuk dijadikan ilustrasi sampul dalam EP It’s Alright. Miftah juga melakukan kolaborasi dengan Adam Ward untuk mengisi alunan gitar di lagu Moon Healing. Proses penggarapan EP album ini dikerjakan mandiri oleh Miftah di Are You High? Soundlab – Indonesia.

Untuk menikmati “It’s Alright”, rilisan karyanya sudah bisa didengarkan secara umum melalui kanal musik digital.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *