Kenakalan Antartick Dalam Mobil Tua dan Nostalgia Rock & Roll

Kenakalan Antartick Dalam Mobil Tua dan Nostalgia Rock & Roll

 

Artikel : Rizza Hujan

 

[HujanMusik!], Bogor  – Perdebatan definisi kata dan istilah rock & roll sampai saat ini masih belum berhenti. Meskipun secara umum rock & roll disepakati sebagai sebuah genre musik, namun bagi sebagian orang rock & roll adalah attitude. Tak terkecuali bagi Antartick. Melalui single baru berjudul ‘Mobil Butut’ gubahan Andi Marzani yang merupakan salah satu sahabat Anang ini, Antartick menyajikan sebuah nostalgia musik rock & roll dalam komposisi yang agak nakal dan bersemangat.

“Kami, masing-masing personil Antartick tumbuh dan berkembang dengan melihat perubahan era yang ditandai dengan pergantian tren musik, fashion, dan juga lifestyle. Musik rock & roll adalah salah satu trigger yang membangkitkan sisi ‘liar’ kami dalam bermusik,” ujar Anang sang gitaris.

Jujur saja, setelah mendengarkan proyek keroyokan mereka saya menyimpulkan bahwa lagu ini butut diluarnya saja, mesin yang digunakan adalah teknologi bentley yang klasik nan mahal.

Entah ketagihan atau memang sudah terkonsep di benak mereka, Antartick kembali bekerjasama dengan musisi lain. Setelah sebelumnya menggaet Noh Saleh dalam lagu ‘Hujan’, trio asal Bogor ini kemudian mengajak band punk se-kampung halaman berjuluk Monster Kota Hujan; Superiots dan juga lady rocker sekaligus aktivis tanah air Melanie Subono untuk berkolaborasi meramu aransemen yang bisa dibilang keluar dari pakem musik Antartick. Bahkan, Melanie yang terbilang sangat selektif dalam berkolaborasi ini juga turut menyumbang lirik.

“Jarang ada lagu yang gue anggep punya nyawa bener rock & roll, makanya gue juga sangat selektif milih ajakan featuring-an. Tapi band ini dan lagu ini berhasil numpahin isi kepala gue ke lirik mereka, and I think it’s the real rock & roll!!”, tegas Melanie.

Pesan dalam lagu ini disampaikan dalam gaya seksi dan nakal di sepanjang lagu. Seperti pada penggalan lirik; “Mau ku nge-sein kanan lalu ku belok kiri, urus hidup loe sendiri!” Sebuah satire dalam penegasan dan prinsip untuk menjadi diri sendiri, terlepas dari penilaian dan anggapan orang lain. Tentu saja dalam hal positif.

Superiots yang digandeng sebagai kolaborator dalam penggarapan aransemen juga memiliki alasan tersendiri untuk bergabung dalam project ini. “Kolaborasi di lagu ‘Mobil Butut’ ini sangat gagah, selain alunan musiknya yang kental rock n roll dan liriknya yang nakal, kami juga mampu menyatu dalam iramanya. Kolaborasi luar biasa pertama kami. Ayo jingkrak-jingkrak ikuti iramanya.. Awas Pak Polisi!!!!” seru Bonet, pentolan Superiots.

Lewat ‘Mobil Butut’, Antartick ingin menyampaikan bahwa sesekali kita harus mengapresiasi diri sendiri dengan bersenang-senang. Jangan terlalu serius. Seolah mencoba mengatakan “Yuk berpetualang dengan ‘Mobil Butut’ kami!!”.

Single Mobil Butut (feat. Melanie Subono & Superiots) sudah bisa di-request di radio-radio seluruh Indonesia serta streaming dan download melalui digital platform seperti iTunes, Apple Music, Spotify, JOOX dll.

Sulit untuk mengatakan tidak pada setiap karya Antartick karena dalam setiap komposisi yang dihasilkan Juan, Anang, dan Helvi selalu saja terdapat kejutan menyenangkan. Semoga ‘Mobil Butut’ mereka bisa melaju dengan kencang hingga terjerambab dalam sebuah album penuh yang sarat dengan kemewahan.

 

….

One thought on “Kenakalan Antartick Dalam Mobil Tua dan Nostalgia Rock & Roll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *