Warna-Warni Kolaborasi Ska Asia dan Reggae Jamaika

Warna-Warni Kolaborasi Ska Asia dan Reggae Jamaika

 

Denny Frust, rilis “Satu Cinta”, kolaborasi dengan Richie Stephen dan Masiaone. Foto : dok.Denny Frust

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Jakarta  – Warna-warni lampu kota berpendar dengan keramaiannya. Jakarta memang tak pernah kekurangan warna, wajah metropolitan kebanyakan dengan segenap dinamikanya. Denyut kehidupan urban yang melimpah, bisa senyap bisa juga riuh. Masing-masing punya cara untuk menikmatinya. Begitupun dengan saya. Untuk beberapa waktu melabuhkan perhentian di tepian Jakarta Timur dalam perjalanan ke barat dari Yogyakarta. Menginstall ulang mental meski lahir dan sempat menghabiskan sebagain masa kecil di bilangan Matraman. Untungnya saat itu reggae Steven & Coconut Treez tengah eksis-eksisnya melempar “Welcome To My Paradise”. Sejenak seperti disambut untuk sama-sama menikmati Jakarta.

Begitulah, beberapa kali reggae dan ska menyelamatkan mental saya menghadapi pergulatan romansa, selain kembali kepada Tuhan tentunya.

Seperti reggae Jamaika yang berjumpa ska asia dengan segena variasinya. Warna-warni adalah bias kolaborasi yang gigih memunculkan pendaran baru. Demikian halnya saat kabar Ikon Reggae Jamaika, Richie Stephen akan berkolaborasi dengan eksponen Ska Indonesia, Denny Frust dan Permaisuri dari Timur, Masiaone. Saya menantikan warna cerah apa yang hendak ditampilkan.

Adalah musisi dan pencipta lagu bernama Richie Stephen dan Masiaone. Mereka baru saja merilis album terbarunya yang bertajuk “Jamaican Flava”.

Richie Stephen merupakan musisi regae Jamaika kenamaan yang dikenal karena perannya memproduseri single Rihanna yang berjudul “Work” featuring Drake, dari sanalah kemudian namanya kembali menjadi sorotan dengan mendapat penghargaan ASCAP music award ‘Song of the Year’ dan ‘Digital Sales of The Year’. Di Karibia, Richie Stephens telah populer selama hampir 2 dekade, dengan lagunyan Lover’s Rock, Dancehall, Ska dan Reggae. Dia kerap berbagi panggung dengan semua orang mulai dari Dennis Brown, legenda R & B Luther Vandross, dan kolaborasi seperti “Live Your Life” featuring Gentleman, Maxi Priest “My Girl Dis ”dan Lover’s Rock classic-nya“ Trying to get to You ”. Jejaknya terukir sebagai duta besar untuk Jamaika dan jiwa yang berasal dari pulau.

Sedangkan Masiaone yang dikenal sebagai the Queen of South East Asian hiphop & reggae, tak kalah atraktif. Ia telah bekerja sama dengan legenda hip-hop Dr Dre, Pharrell Williams, The Game, RZA (Wu Tang Clan) dan John Frusciante (Red Hot Chilli Peppers). Masia One merupakan wanita pertama yang dinominasikan untuk penghargaan MTV Kanada dalam kategori ” Best Rap Video “. Hitnya ‘Warriors Tongue’ digunakan oleh DJ ikon Amerika dan produser Bass Nectar untuk judul lagu dari film Fast and Furious 8. Dia juga dikenal sebagai the founder and creative director dari Singapura Dub Club, dan mengembangkan komunitas ini menjadi pusat reggae dan dance hall Asia hingga ke seluruh dunia.

Dalam perjalanan “Tuor Flava Jamaica”, sebuah tur pertunjukan yang dihelat di Singapura, Malaysia, Bali-Jakarta-Solo (Indonesia), Australia, dan Jepang. Pada perhentiannya di Indonesia Richie Stephens dan Masia One akan berkolaborasi dengan Denny Frust.

Lantas meluncurlah single kolaborasi berjudul “Satu Cinta”.

“Single ini menceritakan tentang menyebarkan rasa saling mencintai dan menghormati sesama manusia tanpa memandang suku agama bahasa warna kulit dan lain sebagainya,” ujar Denny Frust, dalam rilis media yang diterima HujanMusik!.

Kolaborasi ini berawal dari Masiaone dan Richie Stephen yang sedang menjalani sesi rekaman di studio Pot of Gold di Kingston Jamaica. Keduanya merasa tertarik dengan lagu Reggae & Ska yang sedang ramai di Indonesia. Dari pembicaraan itulah kemudian muncul ide dari keduanya untuk dipertemukan dengan beberapa seniman dari belahan dunia, dengan tujuan untuk menyatukan dan berbagi pesan sederhana : Damai & Cinta di seluruh dunia. Mereka merasa jika proyek ini perlu sentuhan seorang Denny Frust yang akhirnya menambahkan vokalnya ke dalam lagu tersebut.

“Satu Cinta” merupakan single yang menggunakan panduan suara dengan Bahasa, lagu ini sekaligus menandai untuk pertama kalinya ikon reggae Jamaika bernyanyi dalam bahasa Indonesia.

“Jujur saya merasa tertarik, ini kesempatan yang langka. Akhirnya kami sepakat kalau saya menyanyi dengan menggunakan bahasa Indonesia serta judul juga pakai bahasa Indonesia,” ungkap penyanyi yang konsisten dijalur Ska ini.

Dalam prosesnya tak ada kendala berarti antara Denny dengan kolaboratornya. “Satu Cinta” memang sengaja mereka pilih karena lagu ini sangat pas dengan pesan yang akan disampaikan. Deny menulis sendiri lirik untuk part yang ia nyanyikan. Demikian halnya Masia dan Richie yang juga bikin lirik dan mengaransemen musiknya.

Dalam balutan irama Ska yang optimis, dengan harmoni melodi yang catchy, “Satu Cinta” sukses membawa saya menemukan pesan dan harapan positif untuk menari dan bernyanyi bersama. “Satu Cinta” resmi dirilis pada 5 November 2019, bertepatan dengan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia. Para musisi jamaican sound ini juga sepakat, dari hasil single-nya nanti akan disumbangkan ke daerah-daerah di Indonesia yang sedang dibangun kembali setelah tsunami.

Melalui “Satu Cinta” Denny berharap bisa memberi manfaat bukan hanya dari liriknya, tetapi berkat bagi orang lain dari penjualan digitalnya. “Kalau buat saya sendiri sih, semoga bisa memotivasi teman-teman untuk membuka jaringan dan menyebarkan karya musiknya lebih Jauh lagi. Sehingga makin banyak karya anak bangsa yang di kenal di mancanegara. Dan Semoga saya juga bisa membantu teman-teman semua dengan jaringan yang saya punya,” tukasnya.

Ya…jika bisa satu cinta, untuk apa cerai-berai…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *