Petualangan Sound Megah Sirati Dharma di Ujung Pendengaran

Petualangan Sound Megah Sirati Dharma di Ujung Pendengaran

Artikel : Anggitane

 

HujanMusik!, Jakarta – Deru kendaraan tak henti-henti menelanjangi radang pendengaran, tak ada ketenangan sepanjang malam. Sudut jalan pun tak ada waktu untuk rehat, terus bergeliat selama oktan bahan bakar masih menunjukkan besaran tekanan sebelum terbakar secara spontan. Pusat kota ibukota dengan Jalan Jaksa disekelilingnya sedang dihadapan saya, derunya mengingatkan pada rilisan EP 7 tahun 2016 silam yang dibaiat noise rock Jakarta, Sirati Dharma.

Bak campuran udara dan bahan bakar berbentuk gas yang ditekan kemampuan piston pada volume yang sangat kecil. Lantas dibakar percikan api yang dihasilkan oleh busi, Sirati Dharma terus menderu dengan “Inside” dan “Black Pond”. Karya bertanda tahun 2018 yang mendapatkan perhatian lebih dari penikmat musik alternatif. Kini pencapaian itu terus melaju dengan merilis oktan tambahan bertajuk “Bias”.

“Bias” adalah kali pertama Sirati Dharma melaju di jalur noise rock dengan bahasa kesepakatan sejak 1928, yaitu bahasa Indonesia. Karya rilisan Maret 2019 silam yang membawa kita pada kenangan masa lalu yang telah lalu. Tentang kebaikan dan keburukan ayang terjadi pada hari itu di masa lalu. Kenangan yang ber-efek pada kemunculan senyum janggal, seperti digambarkan vokalis cum gitaris, Panji Dharma. “Kita tetap harus sadar bahwa inilah realitas kehidupan. Bahwa, semua yang ada di sini, enggak ada yang abadi, hanya menjadi sebuah fase kehidupan lainnya,” ucapnya filosofis.

Tidak seperti di single sebelumnya, “Inside” dan “Black Pond” yang berkolaborasi dengan musisi lainnya, lagu ini mempunyai makna yang cukup mendalam untuk Sirati Dharma. Kemegahan sound yang mereka tampilkan menjadi salah satu fase kehidupan dari Sirati Dharma dengan segala proses dan dinamikanya.

Janin “Bias” sesunguhnya telah tercipta dari tahun 2016. Namun, Sirati Dharma berhasil menuangkan apa yang terjadi di realitas kehidupan beberapa tahun setelahnya. Perjalanan Panjang dengan kemunculan yang memikat. Jejak digital mereka sudah tercium ketika single “Underpreasure Love” membawa Sirati Dharma pada panggung pembuka konser rock n roll Bengal Jakarta, The Brandals, tahun 2014 di “Thursday Noise Vol 5”.

Single “Bias” disusun sendiri oleh Panji Dharma yang berlatar belakang Audio Engineer lulusan Australia. Didukung rekan-rekan yang ada disekitarnya seperti Vareza Mirza (ghostly riff/synth), Doys (bass/synth) dan Ready Febrian (drums). Kolaborasi epic yang sarat pengaruh My Bloody Valentine (M B V), Radiohead (Joy Division) dan Pink Floyd (Tame Impala). Termasuk desain rilisan ini dikerjakan oleh seniman surreal, Denisa Rahma.

“Bias”, pada akhirnya diperkenalkan Sirati Dharma dengan impresi yang baik dan menjadi hal yang baru untuk para penikmat musik alternatif. Terlebih, rencananya di tahun ini mereka juga akan rilis debut album bertajuk “TRANSCENDENTAL”.

Single “Bias” sudah bisa dinikmati dalam format digital seperti Spotify, iTunes, Apple Music, dan Deezer.

Petualangan sound mereka layak disimak…..

One thought on “Petualangan Sound Megah Sirati Dharma di Ujung Pendengaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *