Lajur, Dream Pop Padang dalam Takaran “Shall Be Good”

Lajur, Dream Pop Padang dalam Takaran “Shall Be Good”

Lajur, kolektif musik independen asal Padang yang telah merilis album. Foto : dok.Lajur

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Padang – Sejumput kenangan sedang menyandera lamunan saya petang itu. Terpekur diantara gelas kopi dan menyerahkan pikiran batin melanglang buana sekenanya. Diluaran, ruang-ruang parkir dipenuhi cengkrama muda mudi yang sepintas tampak seperti adu gagasan. Sementara saya sedang melamunkan Padang, sebuah kota di Sumatera Barat yang pernah saya singgahi sekira 3 tahun silam. Tempat beberapa kolega kantor beraktivitas dan persinggahan suatu waktu sebelum menyeberang ke Mentawai. Persinggahan yang melewatkan talenta skena musik setempat yang sejatinya cukup asyik. Dan saya menyesalinya.

Padang telah mencuri perhatian saat pandora pertama terbuka dan mendapati catatan bagian Record Store Day 2017 yang sukses digelar dan diperbincangkan di penikmat dan penggiatnya. Banyaknya rilisan lokal yang ditampilkan saat itu membuktikan bahwa talenta musik independen Padang berderak tak kalah derunya dengan kota lain yang juga merayakannya.

Lalu, April 2019 saya menemukan sebuah catatan dokumentasi dream pop atas nama Lajur. Catatan musik dalam bentuk album penuh perdana yang bertajuk “Shall Be Good”, sekaligus penanda langkah serius trio Heza Putra, Maulana Adfi dan Mhd Causadibhi menapakan langkah besar pergaulan musik Indonesia.

Simak! : Filosofi Perjalanan Sebuah Warna Yang Hilang

Sebagai kolektif yang tumbuh dan besar di kota padang, Lajur telah melalui berbagai proses hidup yang ramai halang rintang. Memunculkan diri pertama kali sebagai proyek pertemanan pada Maret 2015, dua tahun setelahnya mereka telah merilis single “Unicorn”. Single perkenalan yang berdampak pada perubahan formasi, hingga menemukan formasi solid dan melaju kepada album perdana.

Shall Be Good dirintis dengan menempatkan vokal Heza Putra yang juga bermain gitar. Sementara ritmik bass dijalani dengan patuh oleh Maulana Adfi yang menemani ketukan drum Mhd Causadibhi. Hasilnya mereka mampu memuntahkan getaran dreamy yang diterpa nada-nada dan direndam reverb yang cukup menarik.

Shall Be Good yang diambil dari salah satu nomor lagu mereka, dirancang sebagai album yang menyuarakan keresahan terkait persoalan-persoalan dalam laju kehidupan yang mendera. Bahkan bertaut dengan keresahan absurd yang tak jelas ujung pangkalnya. Lajur memilih nama-nama seperti DIIV, Beach Fossilis, Wild Nothing serta Turnover sebagai pemandu jejak musik mereka. Inspirasi musikal anak muda Padang ini bersumber pada karya band luar tersebut.

Resmi dirilis pada 1 Maret 2019 lalu melalui label mandiri mereka, Shall Be Good yang direkam di Barcore Studio Padang itu menempatkan 10 lagu untuk didengarkan. Nomor Emptines, Unicorn, Step By Step, Instance, My Echoes Dreams, Alive, Since That Day, Shall Be Good, Faded dan March 13, sudah bisa dinikmati melalui layanan streaming musik macam Spotify, Apple Music, serta Deezer…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *