“Land On Both Feet”, Pesan untuk Bersenang-Senang dari Topi Jerami

“Land On Both Feet”, Pesan untuk Bersenang-Senang dari Topi Jerami

 

Artikel : Anggitane

 

HujanMusik!, Bogor – Langit tengah pekat, sementara senja sedang masa-masanya membahana dengan segala keangkuhannya. Lalu terjadilah yang namanya hujan dengan derai air nan melimpah dari langit. Saya menepikan Beno sejenak, fatbike yang telah menemani menjelajah kota sejak awal tahun lalu. Berusaha menjauhkannya dari kebasahan asam agar panjang usia pakainya. Sayangnya lokasi teduh sementara tempat singgah memiliki kualitas atap yang kurang adaptif terhadap hujan, hasilnya usaha saya menikmati suasana dengan memutar “Land On Both Feet”, milik Topi Jerami, berakhir berantakan.

Tapi begitulah Bogor dengan segala hujannya. Saya sangat marfum dan memilih menunggu sedikit reda, agar keleluasaan menyimak karya anyar Yagi Wiraya (Gitar/Vokal), Irvan Bastian (Keyboard/Synthesizer), Cheppy Shofyan (Gitar), dan Fridytia Azhar Hernazar (Bass), terjadi dalam suasana yang senyaman-nyamannya.

Kolektif penyusur jalur pop punk semodel Topi Jerami bisa dikatakan veteran dikelasnya. Muncul sejak 2003 di Bogor dan menandai kiprahnya dengan album perdana pada 2010, kini kembali melempar sesungging senyum dengan single terbarunya yang bertajuk “Land On Both Feet”. Salah satu nomor perwakilan untuk proyek “Get In, Step In, Rock Out” (GISIRO), sebagaimana unggahan kabar akun media sosial instagram @tjpoppunk 1 April 2019 lalu.

“Land On Both Feet” merupakan materi kedua yang diluncurkan setelah november 2018 lalu melepas “Representasi” dalam bentuk musik video. dari mereka setelah sempat diam untuk beberapa saat (baca : tahun). Koleksi baru yang seolah menjelaskan pijakan arah pop punk Topi Jerami. Rilisan yang secara musikal mengajak kembali kepada masa-masa era 2000-an awal. Konsep musik yang meneruskan jejak “Bedroom Journey” nuansa akustik keluaran 2015.

Simak! : Pop Punk, Mods dan Pengaruhnya Terhadap Fashion

Direkam di Black Machine Studio dan Name Record, “Land On Both Feet” menjadi suguhan pembuka mini album Get In, proyek pertama dari konsep trilogi yang direncanakan GISIRO. Mini album yang dirilis secara bertahap dengan karakteristik musik berbeda-beda dimasing-masing album.

Dirilis dengan melibatkan label independent jaringan perkawanan semacam dengan Kick It Records, Hujan! Rekords dan Name Records, Get In hadir dalam format cakram padat (CD) dan telah beredar bertepatan dengan Record Store Day 2019.

“Melalui GISIRO, kami ingin mengembalikan pop-punk pada esensi awalnya sebagai musik yang fun dengan semangat bersenang-senang,” beber Bastian, pemain keyboard Topi Jerami, seperti dituliskan salah satu label pendukungnya, Hujan! Rekords. Menurutnya proyek ini justru memperkuat hubungan diantara personil sebagai sebuah band dan keluarga. Terbukti sejak proses rekaman dikerjakan mulai pertengahan tahun 2018, nyaris tak ada kendala berarti. Meski menjelang perilisan sang pemain drum memilih cuti.

“Land On Both Feet” yang diharapkan dapat mewakili jiwa-jiwa skateboarders berseluncur ria ini mencoba bertutur tentang napak tilas kehidupan. Seseorang yang tumbuh dan berkembang di dalam skena musik dan skateboarding. Semacam representasi perkembangan Topi Jerami sejak pertama dibentuk pada tahun 2003 hingga saat ini. Skena skateboarding sedikit banyak memang memiliki pengaruh pada karakteristik musik Topi Jerami.

“Skateboarding selalu tidak bisa dilepaskan dengan musik, keduanya seperti diharuskan untuk berdampingan dan memiliki semangat eksplorasi juga kebebasan yang sama,” jelas Yagi Wiraya, vokalis cum gitaris.

Tampakanya para punggawa pop punk ini cukup serius menapakkan Get In sebagai materi sosialisasi GISIRO. Sebuah konsep yang mereka sajikan untuk senang-senang tak terbatas usia. Atmosfer yang mereka bangun seperti menggaungkan bahwa semangat mereka tetaplah muda.”Seperti sebuah hari Minggu yang tidak pernah berakhir atau sebuah perjalanan liburan yang menyenangkan dan mengubah hidupmu selamanya haha,” tambah Cheppy, seorang gitaris lainnya.

Memang tak bisa dipungkiri setiap usia dan masa akan bergerak meninggalkan sasananya. Dari sini Topi Jerami mencoba memberi bukti bahwa untuk urusan semangat, aura mereka masih tetap bisa muda. Aura sebagaimana era keemasan musik pop punk.

“Kami berharap para pendengar Topi Jerami bisa menangkap pengalaman dan pesan yang sama yang berusaha kami sampaikan di “Land Of Both Feet”, sebuah pesan untuk tetap bersenang-senang tanpa mengenal usia,” terang Fridytia, sang pemain bass.

Sampai disini saya sepakat, usia memang sebuah batasan fisik. Urusan semangat adalah soal pilihan. Dan Topi Jerami mengajak saya untuk tetap menjaga bara masa muda.

Ahhh…….

2 thoughts on ““Land On Both Feet”, Pesan untuk Bersenang-Senang dari Topi Jerami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *