Jalan Anyar PWRNP dengan Single Kedua

Jalan Anyar PWRNP dengan Single Kedua

PWRNP, alternative rock Bandung telah rilis single kedua. Foto : dok.PWRNP

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Bandung – Gemericik memecah kesunyian, suarnya sesekali berubah menjadi riak ketika beban aliran semakin besar. Ia datang dari arah yang lebih tinggi, lantas jatuh meluluh bersama aliran air dan sesampahan menumpuk. Begitulah ketika satu dari empat gaya fundamental di alam semesta menunjukan sifatnya. Seperti halnya letupan pertama yang berlanjut pada kedua, ketiga dan seterusnya. Sifat yang tengah dijalankan PWRNP, alternative rock asal ibukota Jawa Barat, Bandung.

Setelah single perdana sebagai Powernap menggelinding pada maret 2018 silam, menuju single kedua mereka bertransformasi menjadi PWRNP. Single kedua mereka bertajuk “Tergravitasi” yang telah resmi dirilis dalam format digital pada tanggal 25 Februari 2019.

Sematan judul “Tergravitasi” terpilih sebagai sebuah lagu bernuansa pop rock, powerful dengan tempo cepat serta lebih berwarna dibanding single sebelumnya. Sesi pekatan nada yang terkesan lebih “Gloomy” yang membuat “Tergravitasi” lebih easy listening, cocok untuk ditelinga mereka yang menghendaki distorsi ketenangan.

Melalui single kedua ini PWRNP hendak bercerita tentang keresahan segelintir orang terhadap stereotype yang tercipta ditengah-tengah masyarakat. Kisah-kisah fundamental macam kesuksesan adalah mereka yang bekerja menggunakan seragam atau pekerjaan ideal adalah pergi pagi pulang petang. Pengamatan sederhana Jaki Azhar (Vokal), Melvin Daniel (Bass), Firis Annur (Sequencer) dan Ajie Bhaskoro (Drum) terhadap fenomeda sekitar. Mereka ingin mengajak pendengar menjadi bagian dari cerita di lagu itu. Memposisikan pendengar sebagai orang pertama, lantas bersikap tetap berpendirian dan tak menyerah pada apa yang hendak mereka tuju, meski keadaan dan kebiasaan yang dibentuk masyarakat begitu kuat menempel.

Simak! : Distorsi Patah Hati 90an ala Powernap

PWRNP memilih pesan “Tergravitasi” sebagai gambaran luas cita-cita seseorang yang terancam tumbang karena stigma semata. Jalan hidup yang dipilih setiap orang tidaklah sama, semua memiliki caranya masing-masing. Berbeda bukan berarti gagal karena ada banyak jalan menuju roma. Jangan pernah menyerah dan jadilah sesuai dengan kata hatimu.

Lagu dengan durasi 3 menit 30 detik itu diharapkan dapat memberikan semangat penyimaknya untuk terus berusaha dan pantang menyerah dalam segala aspek kehidupan. Melalui lagu ini pula para punggawa PWRNP seperti mewakili curahan hati kecil masyarakat Indonesia, soal cita-cita yang tertimbun karena kondisi dan Stereotype yang berkembang di masyarakat tersebut.

“Tergrativasi” tercipta dari ramuan yang bersumber dari kutipan blog salah satu teman mereka, Sakti Oktawianto. Sekaligus penanda klarifiksi bahwa gitaris mereka Bagus Pribadi mengundurkan diri karena alasan personal yang sudah dirundingkan dengan matang bersama tim. Sekaligus bukti bahwa PWRNP masih aktif dan terus berkontribusi memberikan warna baru musik Indonesia.

Single “Tergravitasi” sudah bisa dinikmati secara digital melalui beberapa platform seperti iTunes, Spotify, Deezer, Joox dan platform distribusi musik digital lainnya…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *