Wacana dan Rencana Kausa Menandai Kencangnya Corvus Corvidae

Wacana dan Rencana Kausa Menandai Kencangnya Corvus Corvidae

Artikel : Rizza Hujan

HujanMusik!, Jakarta – Membicarakan genre musik memang tidak akan ada habisnya, selalu saja ada perbedaan pendapat yang bermuara pada pengetahuan dan selera. Alasan lain adalah karena musik begitu dinamis, terus berkembang dan kerap melahirkan sesuatu yang baru. Khusus rock, seorang penggemar musik metal bernama Sam Dunn dalam salah satu bagian film dokumenternya “Metal : A Headbanger’s Journey” memetakan asal mula musik rock. Blues dianggap sebagai akar dari musik rock sampai ke metal, stoner, dan heavy rock. Menurut Sam, musik rock memiliki berbagai sub atau turunan seperti Glam Rock, Hardrock, Metal, hingga Punk dan Hardcore. Dalam perjalanannya, rock terus berevolusi sampai akhirnya lahirlah istilah-istilah anyar dalam penyebutan genre musik.

Terkait genre, pencarian saya tentang stoner dan heavy rock dimulai dari kabar adanya unit musik baru bernama KAUSA, band yang baru dibentuk bulan Agustus tahun 2018 oleh empat orang dari daerah dan selera berbeda. Kausa juga baru meluncurkan album pertama di bulan Maret tahun 2019. Mereka menghadirkan sepuluh track yang di-klaim sebagai heavy rock, musik berkecepatan tinggi.

Rekan saya, Tio, mengungkapkan bahwa Kausa mengusung genre punk stoner, walau pada akhirnya dia mengakui kalau band ini masih kental dengan punk dan tidak cukup terasa stonernya. “Stoner sebetulnya bergesekan banget sama blues. Dengan padu padan nada-nada desert dan irama yang biasanya cendrung slow, walaupun nggak se-slow doom metal” papar Tio, peracik seni desain andalan HujanMusik!.

“Nah, Kausa mengawinkan stoner dengan punk agar tetap terdengar hentakan yang rapat. Walaupun akhirnya jadi menyerupai thrash metal,” lanjutnya.

Simak! : “Seperti Api”, Misi Rock Ketiga Seringai

Saya sendiri setuju dengan pendapat Tio soal Kausa lebih dekat dengan trash metal yang identik dengan suara bising, lampu temaram, kaus hitam dan aroma alkohol yang bersenyawa dengan keringat manusia. Apalagi dalam single andalan “Wacana dan Rencana” yang mengajak pentolan Edane, Eet Sjahranie, guna menambah kegaharan musiknya. Disini Kausa menunjukkan bahwa mereka bisa marah dan bersenang-senang. Raungan gitar, dentuman drum, dan betotan bass mereka adalah bukti sahihnya. Oktan tinggi bagai sebuah mobil mahal.
Terlepas dari itu semua, jika ada satu band menyebut genre musiknya semau mereka maka tidak bisa disalahkan, pun Kausa dengan heavy rocknya.

“Wacana dan Rencana” serta satu single lain berjudul “Serbu Serang” tertambat dalam debut album “Corvus Corvidae” yang sejujurnya masih didominasi oleh rasa punk dengan distorsi dipertebal. Album ini dirilis oleh label mereka sendiri KNARKI MUSIK bekerjasama dengan Tricks Ent. Menariknya lagi, seluruh lagu dalam album ini menggunakan lirik berbahasa Indonesia.

Oktan tinggi dan lirik bahasa indonesia? Mengingatkan KawanHujan! pada sesuatu, kan?

Corvus Corvidae sendiri diambil dari bahasa latin yang artinya burung gagak. Dijadikannya burung gagak sebagai tajuk album sekaligus simbol dari band ini disertai dengan filosofi bahwa gagak adalah hewan komunal yang cerdas. Berdasarkan hal itu maka Kausa diharapkan menjadi band yang awet, selalu berkelompok, dan cerdas dalam berkarya. Selain itu, kata Kausa memiliki arti penyebab suatu kejadian. Mungkin maksudnya Kausa ingin menjadi pionir dalam hal tertentu di bidang musik.

Kausa juga merupakan band dari Lukman Laksmana atau lebih dikenal dengan nama Buluk yang masih tercatat sebagai frontman Superglad. Di Kausa, Buluk lebih mengeksplorasi lagi sound hingga genre yang sangat jauh berbeda dengan Superglad. Disini pun Buluk sepertinya ingin menonjolkan persona baru dari lirik dan penampilan. Bahkan menurut Tio, dalam video clip “Wacana dan Rencana” penampilannya mengingatkan pada sosok WS. Rendra dan Che Guevara. Menarik, serba tak berhubungan.

Dengan formasi Buluk mengisi vokal dan gitar, Danar pada bass dan vokal, Fafa mencabik gitar, dan Ivan sebagai penabuh drum, Kausa memimpikan musik mereka bisa diterima oleh semua kalangan, baik penikmat musik mainstream maupun non mainstream…..

One thought on “Wacana dan Rencana Kausa Menandai Kencangnya Corvus Corvidae

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *