Meniti Jalan Pulang Senin Malam

Meniti Jalan Pulang Senin Malam

 

Artikel : Ambara Handy

 

[HujanMusik!], Bogor – Dering smartphone memecah keheningan lamunan saya hari itu, segera saya mengangkatnya begitu mengetahui dengan siapa saya akan terhubung. Diujung genggaman terdengan suara khas Titan Parama Arta, tokoh pergerakan musik Bogor yang juga pengelola toko Eternal di Jalan Padi nomor 9, Baranangsiang. Singkat dan padat, ajakan tampil membuka rangkaian Prolog Tour Vol.1 yang dijalankan Pusakata pantang ditolak. Senin itu, 15 April 2019, bersama kolektif Ambarila, saya putuskan tampil mewarnai jejak Pusakata yang tengah “Meniti Jalan Pulang” itu.

Hujan deras mengawali kisah Senin kami di Eternal. Bersama Ambarila kami tengah bersiap tampil dengan dukungan gitaris M. Rivan Alviansyah dan dara pencerita Charissa Nuraini. Senang sekaligus bangga adalah rangkaian kalimat klise yang hinggap dalam sanubari kami. Kesempatan manalagi yang kamu dustakan, kesempatan bagus untuk menunjukkan kepada segenap peminat tampilan Mohammad Istiqamah Djamad atau yang bernama panggung Pusakata, bahwa di Bogor tidak pernah kehabisan musisi yang tak kalah bagus.

Ambarila saat membuka rangkaian tur Pusakata di Eternal Store. Foto : @agungllyn

Waktu menunjukkan pukul 19.30 ketika saya mengeluarkan nada pertama ukelele, menemani suara biduan Rila Kristanti, mengimbangi petikan Rivan dan mengisi ruang nada berceritanya Charissa. Pandangan saya tertuju penuh pada kolega panggung saat itu, namun pintasan mata menangkap kepadatan massa yang memenuhi venue toko Eternal hingga ke parkiran. Ada 5 lagu yang kami bawakan malam itu, modal pengantar suasana malam yang intim, romantis dan sendu. Akhirnya saya menemukan kata yang tepat buat pendengar musik kami, “parasendu”.

Simak! : Ambarila Tampilkan Musik Bercerita di Java Jazz 2019

Seturun kami dari pusat perhatian, giliran Svamistry meneruskan konsentrasi panggung. Tampilan vokalis Prisi Ismartiani bersama bassis Adhitya Pratama seperti mengembalikan keceriaan dengan konsep musik yang berbau RnB dan Soul itu. Konsep tampilan duo dengan Bass dan vocal yang dibantu oleh sequencer. Musiknya terasa begitu padu, terasa kuat untuk pasangan suami istri yang berpengalaman mendukung banyak musisi ini. Suatu saat HujanMusik! Harus menulis artikel tentang proyek musik Prisi dan Adhitya yang juga basssit The Panganans, band yang kerap mengiringi Pusakata manggung.

Svamistry, pasangan R&B yang mendampingi Pusakata selama tur di Bogor. Foto : @agungllyn

Babak berikutnya, Pusakata menjadi pusat segalanya. Dengan tenang musisi yang mengawali karir dari pojokan kantin kampus UI ini menyapa penantinya. Sekelebat saya sempat membayangkan dia tampil bersama kolektif folk lamanya. Padahal malam itu ia tengah menjadi dirinya sendiri.

Sejatinya acara Senin malam itu adalah persembahan tur pembuka Pusakata yang diberi judu MENITI JALAN PULANG “Prolog Tour Vol.1”. Memperkenalkan single “Jalan Pulang” yang menjadi jembatan album perdana proyek solo Pusakata yang bertajuk “Dua Buku”. Saya tak paham dan tak menyimak tentang apa dan bagaimana “Jalan Pulang” tercipta, terlalu sibuk menikmati musiknya, apalagi malam itu Pusakata tampil dengan tunggangan Yamaha SLG 200n-nya. Fokus saya pun lebih banyak kesana. Tapi jika dibolehkan sedikit menoleh kebelakang, beberapa waktu silam saat memutuskan hengkang dari band lamanya, Is pernah berujar dengan maksud ‘mengembalikan musik pada rumahnya’. Entahlah, barangkali itu ada hubungannya.

Simak! : Istiqomah dan Payung Yang Tak Lagi Teduh

“Jalan Pulang” dan “Kehabisan Kata” menjadi lagu wajib yang dibawakan. Setelahnya Pusakata menyanyikan beberapa lagu lama saat ia bersama Payung Teduh, sajian penawar rindu yang didera para penantinya. Termasuk saya.

Pusakata, proyek solo Mohammad Istiqamah Djamad setelah mundur dari band lamanya. Foto : @agungllyn

Meski terhitung durhaka, karena saya tak hafal lagu-lagunya. Bagi saya Pusakata adalah sosok yang rendah hati, mudah bergaul dan inspiratif. Saya sungguh terkesan dan sepertinya sulit untuk tidak mengidolakannya.

Terimakasih Eternal, Pusakata dan Svamistry atas kesempatan dan pembelajarannya. Terimakasih juga HujanMusik! Yang berkenan mengajak saya menuliskan pengalaman bersama Pusakata. Sukses jaya untuk kalian semua.

[Artikel dituliskan kembali oleh HujanMusik! berdasarkan penuturan kesaksian Ambara Handy, personil Ambarila dari lokasi acara]….

One thought on “Meniti Jalan Pulang Senin Malam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *