Cara Aina Membentangkan Sayap

Cara Aina Membentangkan Sayap

Aina, kelompok vokal asal Bogor yang telah mengeluarkan dua album musik. Foto : dok.Aina

 Artikel : Rizza Hujan

HujanMusik!,  Bogor –  Aina memiliki arti mata yang indah. Siapa yang identik dengan mata indah? Ragam jawaban akan muncul. Tapi buat saya, pemilik mata indah itu biasanya bidadari cantik yang mempunyai sayap sebagai simbol keindahan hakiki.

Ini kali kedua saya menulis tentang grup vokal asal bogor yang telah mengeluarkan dua album musik ini. Tepatnya menulis tentang event yang mereka gelar hari kamis lalu di sebuah cafe di bilangan Pandu Raya,  Bogor Utara.

Jadi,  kira-kira seminggu yang lalu saya dihubungi Mega,  salah satu personil Aina. Dia menawari saya spot juri lomba cover lagu Aina. Saya pun menjawab iya.

Seingat saya tidak lebih dari seminggu Leni Mustikawati sebagai penggagas mempersiapkan lomba yang menggunakan sosial media instagram ini sebagai arena. Hal ini membuat sedikit ragu,  apakah akan ada peserta yang mendaftar?! Saya ini menggelar sebuah event sejak jaman SMP,  jadi tahu betapa sulitnya merencanakan sebuah kegiatan.  Selalu merasa gemetar sendiri dengan persiapan yang serba cepat. Tapi,  dalam waktu tiga hari saja 10 peserta sudah mengirimkan video berdurasi satu menit berisi karya mereka dalam menyanyikan ulang lagu milik Aina. Bahkan,  kata Leni,  masih ada beberapa lagi kiriman video yang masuk,  hanya saja tenggat waktu yang telah ditentukan memaksanya untuk menolak mengikutsertakan karya-karya tersebut.  Ah saya malu sudah merasa sok tahu.

Penilaian dilakukan dengan cara mengirimkan video-video peserta pada dewan juri yang terkumpul dalam sebuah grup Whatsapp.  Efektif sekali,  pikir saya. Tidak perlu mengeluarkan energi yang terlalu besar sebuah kegiatan bisa dilaksanakan.

Juri yang dipilih Leni berjumlah 9 orang dari beberapa macam latar belakang. Ada dari internal manajemen Aina,  pemain musik,  tokoh masyarakat,  dan penulis dari sebuah media alay HujanMusik!, yaitu saya.

Singkat cerita,  kami penerima mandat guna  manilai hasil covering yang sudah masuk ke kantong penyelenggara bekerja secara cepat pula. Ah hebat sekali pemilik Venmara Production ini menularkan “kegilaannya”.  Dan dalam waktu satu jam saja,  hasil lomba sudah bisa diketahui. Paginya,  langsung diumumkan manajemen Aina bahwa peserta dari Yogyakarta bernama  Defianisa Lutfi Andini yang menurut saya memiliki karakter vokal sangat khas berhasil menyabet gelar juara pertama.  Sementara dara asal puncak, Bogor,  Awie Dmorris yang memainkan keyboard sambil menyanyikan “Keegoisanmu” duduk di tahta kedua.

Secara garis besar,  peserta yang mengikuti lomba tidak termasuk dalam kategori istimewa. Namun,  mereka yang keluar sebagai juara itu cukup memiliki potensi untuk berkarir di dunia tarik suara. Tidak percaya?  Cek saja akun instagram Aina,  bukti nyata terpampang disana.

Kemudian,  hari kamis sore,  Aina menggelar buka puasa bersama dan santunan pada anak yatim sekaligus memberikan thropy,  piagam penghargaan,  bingkisan dan sejumlah uang untuk pemenang lomba. Lagi-lagi saya dibuat takjub,  secara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-sesingkatnya itu,  mereka berhasil mendapatkan sponsor dan beberapa pendukung acara.  Gila!.

Buka puasa bersama Aina

Kekurangan acara itu terletak pada sound yang kurang memadai. Andai diberikan waktu sebulan mungkin Leni dan jajarannya bisa mendapatkan alat dan sound yang lebih baik.

Seminggu,  acara sudah cukup baik.  Bayangkan jika disiapkan selama 3-6 bulan,  rasanya mereka akan membawa minimal seorang penyanyi berskala nasional ke Bogor.  Tentu dengan logo sponsor berjejer pada pamflet Lomba Cover Lagu Aina.

….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *