Alunan Suara Hutan Hujan

Alunan Suara Hutan Hujan

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Malang – Suara berat Jay O. Sander tengah menggema dari layar kaca televisi yang memutar saluran National Geographic. Ia tengah bertutur tentang aneka satwa penghuni hutan hujan tropis Borneo, salah satu pulau terbesar dunia setelah Greenland dan Papua-Nugini. Derik katak, suara air dan gemerisik dedaunan hutan menjadi musik latar belakang yang menarik. Suara yang sama dengan yang pernah saya dengar medio 2011 silam di belantara Kalimantan. Suara lengkap hutan hujan.

Sama halnya kenangan aroma hutan hujan yang dititipkan melaui suara Nadhira Amalia dan Iwan Ruby. Bersama Bhaskara Pamungkas (Gitar/Keyboard), dan Romy Hopkins (Gitar) mereka tergabung dalam Hutan Hujan, kolektif folk-pop yang tumbuh di Kota Malang. Muncul dari kancah independen dengan 4 single yang dirilis secara perlahan.

“Gradasi Alam Sadar”, “Pencinta Langit Senja”, “Me and My Friends”, dan “Rindu Damar” meluncur melengkapi “Hutan Hujan” yang meluncur lebih awal. Single-single itu adalah bagian dari 10 lagu Hutan Hujan dalam (Self-Titled) album yang dirilis 21 April 2918 silam, bertepatan dengan gelaran Record Store Day 2018 di Kota Malang.

Kerja keras band, rumah produksi Sembrani Production dan label Forget The Pain. Inc mengejar tiga minggu waktu tenggat perilisan, berujung kepastian munculnya album penuh kelompok yang terbentuk pada 2016 ini. Album penuh dalam bentuk fisik (CD) yang menjadi representasi pemikiran personil dalam balutan folk-pop dengan nuansa akustik yang cukup kuat. Setelah CD kabarnya band tengah menupayakan tampilan dalam format kaset, vinyl dan digital.
Hutan Hujan menyisipkan 10 lagu dalam album ini. 1 lagu merupakan penyempurnaan dari versi promo yang diluncurkan Agustus 2017 lalu, yaitu lagu yang berjudul sama dengan nama mereka “Hutan Hujan”. Versi album adalah komposisi akhir yang mereka suguhkan.
Tidak ada rencana khusus buat Hutan Hujan sesudah perilisan album ini, hanya beberapa promo sederhana dan beberapa gigs yang sudah dijadwalkan. Mereka memilih berkutat dengan penciptaan  karya baru dan mempererat hubungan dengan label, komunitas, radio dan media.
Selamat Hutan Hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *