Sumber Kencono dalam Sebuah Band

Sumber Kencono dalam Sebuah Band

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Malang – Petang masih terlalu dini kami anggap jam pulang ke peraduan. Meski saat itu dalam perjalanan pulang Jakarta menuju stasiun Bogor. Diskusi minim kopi kami sedang sejuk-sejuknya membahas masa depan skena musik kampus di kota tercinta yang beberapa bulan belakangan rajin bikin acara. Semoga ini pertanda kembalinya hajat musik hidup di kampus-kampus, setidaknya ada alternatif pertunjukan musik yang lebih jelas penontonnya [ada yang nonton]. Siapa kami ?, nanti saja, yang jelas selain saya selaku representasi blog ini ada kolega yang punya minat nulis untuk HujanMusik!.

Belum genap 20 langkah menuju area parkiran stasiun notifikasi pesan merujuk pada sebuah nama yang tak asing bagi saya yang pernah rutin menekuni jalur Jogja-Madiun lebih dari 10 tahun. Sumber Kencono, brand kuat yang mengarahkan saya menguak kembali memori sebagai penumpang bus yang trayek resminya Jogja – Surabaya.

Namun nama Sumber Kencono kali ini tak ada sangkut pautnya dengan perusahaan otobis tersebut. Melainkan nama sebuah band asal kota besar kedua  di Jawa Timur setelah Surabaya, yaitu Malang. Siapa sangka ada nama Sumber Kencono lain yang memiliki karakter unik dalam bermusik. Mereka adalah Brian Pranama (vokal), Nurhamzah (perkusi), Ilham Hadi (bass), dan Sokran Chandra (gitar) yang tumbuh dan berproses dari kampus Universitas Negeri Malang.

Saya tak menyangka akan tertipu setelah menyimak lagu-lagu mereka yang kuat mencampurkan pop, jazz, funk dan sesekali etnik didalamnya. Tak menyangka jika ketukan pengatur tempo lagu-lagu mereka muncul dari set drum dengan unsur utama ember dan kaleng bekas. Parahnya, jejak musik dengan drum ember ini telah terbit dalam dua album studio “Keluarga Bahagia” [2015] dan “Gayatri” [2016].

Barangkali sisi unik dan keberanian mengusung warna musik yang mereka namakan ‘campur sari’ inilah yang mengarahkan meraka menuju finalis Sound of 3 tahun 2017 lalu.

Terbaru, pada Maret 2018 ini, Sumber Kencono melepas sebuah video lirik untuk lagu berjudul Alam Indah di channel Youtube. Terus terang dalam video konsep live-studio ini saya tertarik dengan drum ember yang dimainkan Hamzah. Meski video tersbut menampilkan formasi lengkap para personel Sumber Kencono beserta tiap instrument dan lirik “Alam Indah”, garapan Gembul Pictures yang mengambil lokasi di Z-three Studio di Ciputat, Tangerang Selatan.

“Alam Indah” merupakan salah satu track yang terdapat dalam album kedua Sumber Kencono bertajuk Gayatri sejak 30 Agustus 2016. “Alam Indah” mengusung tema klise yang sangat layak untuk terus disuarakan. Yaitu pentingnya menjaga hubungan  manusia dengan alam.

”Sebagai manusia, kita harus bisa menikmati dan merawat alam karena dari alam kita mendapatkan banyak hal,” ungkap Sokran Chandra, gitaris Sumber Kencono pada HujanMusik!.

Ah, saya juga sepakat kalau Alam Indah pantas mewakili pengalaman religius  manusia. Sebagaimana pribadi sang pencipta lagu yang berusaha untuk meng-capture pengalamannya selama melakukan pendakian di berbagai gunung tinggi di pulau Jawa.

Saya menduga Sumber Kencono dalam bentuk band ini menawarkan kepiawaian vokalis, Brian dengan gebukan variatif drum kaleng Hamzah. Makin berwarna “alam “Alam Indah” ditambahkan pula sentuhan sound scape dari Wafi, personel duo psychedelic Malang, Monohero.

Ciamik dan layak disimak. Seandainya mereka menggelar konser tunggal yang dilakukan dalam pool bus Sumber Kencono…akan saya pikirkan untuk hadir, dengan bis yang sama tentunya..hehehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *