Kimokal dan Ruang Obsesi Pertunjukan Musik Indonesia di SXSW

Kimokal dan Ruang Obsesi Pertunjukan Musik Indonesia di SXSW

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Austin – Menuju Maret pada 2018 ini, ranah musik Indonesia sepertinya tengah menikmati masa-masa manis tampil dalam panggung berkelas. Menyusul talenta musik Indonesia lainnya, duo musisi ekploratif  Jakarta Kimokal, terjadwal tampil di Amerika Serikat pada gelaran Festival Southwest by Southwest (SXSW) ke-31 di kota Austin, Texas. Sebagaimana informasi penyelenggara, Kimokal dijadwalkan tampil selama 40 menit pada venue Russian House, Sabtu 17 Maret 2018.

Kimokal adalah nama panggung dari duo Kimo Rizky dan Kallula Harsynta Esterlita. Musik mereka mengambil aspek dari psychedelic, nu-wave, dub, electronic, nu-disco, ballad, dan pop. Mereka menolak untuk diklasifikasikan dalam satu genre, selagi mereka melampaui kedalaman baru di scene musik Indonesia.

Sebuah eksplorasi penting perjalanan musik yang sarat kolase tekstur elektronik secara bersamaan. Kallula memiliki latar belakang vokal yang berakar pada pop, balada dan sentuhan tatapan syahdu dengan lirik yang tidak biasa, beradu dengan pengaruh Kimo yang menunjukkan model musik bak muncul dari era enam puluhan dan tujuh puluhan.

Musik Kimokal adalah obsesi yang berkembang menyulap ruang dan pelayaran yang jernih dalam satu gaya. Terkadang melankolis dengan nuansa tenteram namun seketika akan menyeruak sangat hidup dan dikenali sebagai pop elektronik.

Menariknya, sebagaimana yang ramai dikabarkan perihal mundurnya Efek Rumah Kaca dari dukungan Badan Ekonomi Kreatif [Bekraf]. Konsidisi serupa juga dijalani Kimokal. Duo andalan Double Deer ini juga tampil di Austin, Texas secara mandiri tanpa melibatkan badan pemerintah, demi terlepas dari birokrasi yang rumit.

Kimokal tampil di Austin dengan dukungan panggung para pemenang Go Ahead Challenge (GAC) Semiotika dan Wake Up Iris !. Semiotika adalah band rock instrumental Jambi yang digerakkan oleh Billy Maulana, Riri Ferdiansyah, dan Yudhistira Adi Nugraha. Memainkan tema lingkungan, masalah sosial dan alam, band produktif ini telah memproduksi dan merilis album mereka sendiri yang bertajuk “Ruang”, dan mereka sudah melakukan banyak tour keliling Indonesia. Sementara band berasal Malang Wake Up Iris ! terdiri dari Vania Marisca dan Bie Paksi adalah band bergenre Folk / Indie yang dipengaruhi oleh alam dan suara alam semesta. Dimulai pada tahun 2015, mereka bertujuan untuk “Wake You Up!”

Selain dukungan pada departemen musik, panggung Kimokal juga akan diramaikan oleh artis visual Orcyworld dan Yahya Dwi Kurniawan yang mewakili pemenang seni visual dari GAC. Orcyworld yang bernama asli Gilang Anom M, adalah seniman yang menggunakan media seni visual dan pertunjukan live, seninya adalah cerminan dari dunia imajiner Orcyworld yang penuh dengan makhluk selestial dengan cerita-cerita unik. Yahya Dwi Kurniawan, di sisi lain, mendalami isu-isu yang timbul dari youth culture dengan pendekatan lowbrow. Karyanya telah tampil secara internasional dalam pameran dan proyek seni serta brand streetwear asing.

SXSW dikenal sebagai sebuah festival bergengsi yang tak hanya menyajikan musik, tetapi juga ada industri kreatif lainnya seperti film dan media interaktif. Pertama kali digelar pada 1987 dan rutin berlangsung pada pertengahan bulan Maret.

SXSW juga menjadi ajang mempertemukan musisi beragam genre dari berbagai penjuru dunia. Indonesia diketahui memiliki slot untuk memberangkatkan delegasinya ke ajang SXSW melalui komite lokal yang diorganisir oleh BEKRAF. Komite inilah yang mengirimkan nama untuk diputuskan oleh pihak penyelenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *