Jalan Rock dan Persinggahan Musik ACTINIUM

Jalan Rock dan Persinggahan Musik ACTINIUM

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Bogor – Sejatinya pagi baru turun dari peraduan dan tetiba ada rasa enggan untuk memulai hari meski sisa sedikit kopi rostingan bulan kemarin yang menggoda untuk digiling. Sejenak memastikan bahwa masih cukup waktu untuk segalanya hari ini. Beruntung ada single “Hey You” milik unit Alternative Rock/Nu Metal Bogor ACTINIUM yang memaksa bangkit. Menampar benak dan menyeru bahwa ada kenyataan hari ini yang harus dihadapi.

Nomor “Hey You” sengaja masuk playlist pemutar musik gawai saya. Rupanya ia sudah cukup lama hinggap sampai-sampai tak menyadari ada materi menarik dari Extended Play (EP) ACTINIUM yang resmi rilis pada 16 April 2017 silam. Begitulah, sedemikian amatir-nya saya, tetap saja menandai Linkin Park, Limp Bizkit, Papa Roach, Pierce The Veil, Story Of The Year, The Used, Deftones, Saosin, A Day To Remember, Coldrain, Bring Me The Horizon, dan Of Mice and Men. Adalah warna senada dengan yang dimainkan band yang terbentuk sejak 12 Desember 2012 tersebut.

Dirilis Amplop Records dalam bentuk fisik CD dan digital, EP ACTINIUM memuat 4 track penting mereka. Yaitu Hey You, Page Layout, Love in Despair dan S.M.A. Kekuatan lagu-lagu yang ada saya tebak merupakan representasi pengalaman dan perjalanan hidup setiap personilnya. Khas roman musik keras. Selain fisik, nomor-nomor mereka juga bisa dinikmati secara streaming melalui Spotify, Joox, iTunes, Dezzer, Qobuz, dan Amazon.

ACTINIUM rupanya menjadi persinggahan musik Dindin (Gitar) dan Ajie (bass/vokal) sejak Sekolah Menengah Pertama. Pemahaman musik yang setara mendekatkan mereka pada Irul (vokal) dan Iman (drum), kemudian menetapkan alternative rock, nu metal, alternative metal dan rap rock sebagai basis bermusik mereka. Barangkali alasan ini yang membuat mereka lebih sering meramaikan hajatan musik berbau Jepang.

Pada akhirnya “Hey You” menjadi identitas warna musik yang sedang dan akan terus diperjuangkan ACTINIUM. Salut untuk mereka yang terus berjuang dengan karya orisinil dan menepis stigma copy paste idolanya. Musik tak semata warna, ada kekuatan ikatan yang terhubung satu sama lain. Musik rock menjadi alasan kenapa keempat personilnya saling terikat dalam bermusik.

Mengikuti jalan takdir yang terus menggelinding hingga 2018, band yang pada 2016 silam terlibat dalam album kompilasi komunitas band J-Indo Bogor Harusame, berencana merilis single baru. Kali ini mereka mengklaim akan terjadi perpaduan nuansa rock dengan sentuhan screamo. Single yang akan segera dirilis dan menjadi penanda bahwa proses materi album baru memang serius disiapkan.

Sejauh mana karya itu mereka siapkan, tak ada kata yang tepat selain menunggu dan mendoakan, semoga dilancarkan.

Selamat berkarya ACTINIUM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *