Eksistensi Mr. John di Kancah Jamaican Sound

Eksistensi Mr. John di Kancah Jamaican Sound

Artikel : Ridho Rakhman

HujanMusik!, Bogor – Pada akhirnya musik reggae tidak selalu patuh pada unsur ritme Jamaican Sound yang kental. Semakin jauh, reggae selalu berkembang menjalar hingga menemukan teman-teman senada lainnya. Saya melihat satu kenyataan ini dari apa yang dilakukan Mr. John dengan singel pertamanya “Milikku Selamanya”.

Referensi Mr. John, band asal Kota Bogor ini berhasil mempadupadankan warna musik reggae menjadi lebih Chill Out, sederhana namun penuh keyakinan. Pilihan mengangkat tema soal cinta menjadi pilihan aman dan logis musik mereka mudah diterima. Mr. John sepertinya menambah playlist referensi mereka dengan meramu reggae fusion layaknya ‘Rude’ milik MAGIC yang menyayat hati para pendengarnya.

Entah sejauh mana, barangkali Deny (Monkey Boots) cukup berhasil mempengaruhi vokal Mr. John. Entah bagaimana, ketika saya menemukan refrain dance hall ala Souljah, berikut rentetan kata-kata macam reggae ambassador. Saya yakin mereka tengah berusaha maksimal memoles “Milikku Selamanya” sebagai andalan memperkenalkan diri kepada publik. Balutan saxophone didalamnya lebih tepat didengarkan saat-saat merasa rindu akan seseorang.

Kepincut musik genre Jamaican Sound selalu ada pada pilihan akhir, dimana para pelakunya jatuh hati  atas keputusan yang diambil, seperti John dan Lukman yang menamakan kolaborasi mereka sebagai Mr. John dengan genre reggae.

Sebelumnya John membentuk band punk rawk “New Kids On The Board“ tahun 2006. Tak lama berselang waktu, lantas John membentuk band baru bernama “Brother John” dengan genre ska. Disinilah awal pertemuan John dengan musik ska setelah sebelumnya dikenalkan oleh sang kakak dalam suatu event musik ska.

Lain halnya dengan Lukman, terenggut hatinya untuk menyukai musik Jamaican sound karena melihat penampilan band SOCIALSKA, sampai pada akhirnya Lukman menjadi player tetap yang menggantikan keyboardist lamanya. Pertengahan 2015 Lukman sempat mengasah kemampuannya bersama The Bones yang sayangnya juga tidak bertahan lama. Sampailah kini mengawali tahun 2018, Mr.John menjadi proyek yang diseriusi dan menjadi tambatan hatinya yang terakhir.

Memainkan musik reggae membuat Mr. John kerap bertatap titik kilas balik. Masa-masa John dan Lukman merasakan pahit getirnya usaha untuk selalu eksis. Keduanya pernah merasakan sulitnya bermain musik, sementara ada kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi. Klise tapi nyata, ujungnya bisa diterka, mereka lantas harus rela melepaskan hobinya untuk bekerja.

Selalu ada pilihan yang memiliki kuasa memantabkan rasa. Tidak menutup kemungkinan musik suatu waktu bisa menjadi sebuah pekerjaan besar. John dan Lukman akhirnya melepaskan pekerjaannya dan melebur tetap menjadi Mr. John. Mengutip dari pemikir besar eksistensialisme Kierkegaard, kita adalah bagian dari sejarah maka lakukanlah sepuasnya dengan penuh kebebasan sehingga tidak terukur nilainya dengan uang.

Semangat terus Mr. John, terus berkarya, jangan pernah berhenti pada satu single.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *