Diam dan Nikmati Musik, Catatan Setelah Nostage

Diam dan Nikmati Musik, Catatan Setelah Nostage

Artikel dan Foto : Ditimas Bagusramdhan

HujanMusik!, Bogor – Saya pernah bertutur singkat melalui postingan instagram, tentang bagaimana mengenai sebuah alat musik. Anggap saja postingan tersebut awal perkenalan saya dengan hal ihwal tulisan musik. Saya orang awam yang mengenal musik dari luarnya saja, toh saya hanya penikmat.

Singkat cerita, pada moment itu saya hanya dapat duduk terdiam melihat alat musik tersebut. Sebut saja ia gitar, petikan enam senar dari gitar akustik memang indah. Apalagi jika dapat memainkannya, sayang saya hanya seorang penikmat musik, itupun di waktu luang. Rutinnya menikmati nada saat sedang berkendara roda empat. Ya…musik memang setia sebagai teman sepanjang perjalanan.

Sedemikian awamnya, bahkan ketika datang ke toko alat musik, saya lebih terlihat seperti sasaran empuk bagi sales sebuah mall ditunjuknya semua bagus, dan saya hanya menganguk pura-pura setuju, padahal tujuannya agar mereka segera berlalu. Bukan pemerhati, atau penulis musik, bahkan ditanya musik hanya bisa manggut saja itulah saya.

Masih dengan orang yang sama bernama Graditio, kali ini saya diterjunkan kedalam pecah belah musik yang sedikit berbeda pada Sabtu, 13 Januari 2018. Rasvala nama bandnya, saya mendengar musik mereka termasuk keras, dentuman drum bertempo cepat membuat kagum.

Yups…kagum, selain musiknya yang tetap bisa dinikmati, terbius aura tampilan adalah gelora yang tak bisa ditolak. Mengapa demikian? Jujur ini merupakan kali pertama saya datang kesebuah pertunjukan musik yang dikemas berbeda. Beruntung ada geliat kolektif Watchyourhands.id, kelompok yang eksis sebagai kanal Youtube. Kemasan pertunjukan dimana dua aliran musik berbeda ditampilkan dalam satu tempat, mereka menyebutnya NOSTAGE. Mereka pun melakukannya di asrama Kopasgat yang juga dikenal sebagai asrama Paskhas TNI AU Sukasari, Bogor. Paskhas sendiri masuk jajaran pasukan elit TNI yang ada direpublik ini.

Ini bukan masalah musik, ini masalah genre, ini masalah cara pandang. Benak saya terus saja berkecamuk tiada henti. Dulu sebelum saya datang ke acara NOSTAGE saya termasuk yang beranggapan aliran musik keras adalah berandal. Tapi setelah tiba dan menyaksikannya sendiri…ah ini beda, knapa saya bilang seperti itu? Yes, its real a music. Rasvala memberikan aura berbeda dalam musik ini. Keras tapi tetap santun, respect !!.

Tak kalah hebat adalah penampilan Mery Celeste. Band penting dari referensi yang saya baca, mereka salah satu talenta lokal yang membawa nama Bogor ke layar kaca. Mery Celeste mengawali malam minggu dengan keceriaan. Berbanding terbalik dengan Rasvala, mereka membawakan musik dengan lebih santai.

Tagline Musik Menyatukan Kita, terjawab disini. Tak ada kata kita beda aliran, tak ada kata situ culun, tak ada kata lu alay atau kata yang memojokan satu pihak. Tapi ini soal musik, ini soal kreatifitas, ini soal respect, ini soal kemajuan musik. Kalau ga dimulai dari respect kapan musik kita akan maju.

Diam dan nikmati musik. Sementara saya akan terus belajar menulis untuk HujanMusik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *