In A Mess, Mini Album Sugarkane yang Menjebak

In A Mess, Mini Album Sugarkane yang Menjebak

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Bogor – Mendekati penghujung tahun jamak orang memilih menepi mencari ketenangan. Kumpul-kumpul dengan kedok refleksi akhir tahun atau semacamnya, hingga memadati lokasi hiburan alam demi menghindari tekanan. Alih-alih berlaku demikian, Sugarkane, noise rock/riot grrrl asal Bogor jauh dari yang demikian. Paling tidak dari apa yang saya lihat, dengar dan rasakan paska single “Unhinged” dirilis untuk publik medio Oktober silam.

Dua bulan setelah versi digital bising mereka dinikmati publik, akhirnya terjadi juga rilis penuh dalam bentuk mini album terbaru yang diberi judul In A Mess. Judul yang aneh menurut saya, sama anehnya dengan komplotan label lokal yang merilisnya, Hujan! Rekords dan Tromagnon Records. Aneh karena rajin rilis album ketika banyak orang memilih paket liburan.

Tapi tak apa, tanpa mereka bin rilisannya, rasanya Bogor akan sekedar ‘gini-gini aja’. Sebagai penikmat sudah barang tentu saya berkepentingan dengan habitat semacam itu. Kemunculan talenta Bogor yang tercermin dalam dokumentasi musik mereka. Saya tak peduli meski Lucky (Vokal), Omen (Gitar), Regi (Gitar/Bass) dan Daryl (Drum) memilih melempar dokumentasi mereka dalam bentuk kaset. Pun halnya dengan liner notes untuk In A Mess yang ditulis oleh Dede, founder dari blog musik esensial Wastedrockers sekalipun.

Pilihan format kaset sah-sah saja dilakukan. Malah cara yang demikian menunjukkan keseriusan Sugarkane bertatap karya dengan peminatnya. Apalagi oleh Hujan! Rekords dan Tromagnon Records, dua label asal Bogor yang juga pernah bekerja sama dalam merilis mini album milik The Kuda dan Texpack.

In A Mess mengakomodir lima buah lagu berbahasa inggris dengan tema lirik yang cukup lugas dan beragam, saya sepakat dan sependapat dengan penulis rilis media meraka bahwa In A Mess merupakan mini album yang solid dan meledak-ledak, bahkan sedari detik pertama. Sepanjang album, In A Mess menyuguhkan raungan distorsi kasar dengan ketukan drum yang bertenaga dan menderap, derau bass fuzzy, serta vokal berteriak. Saya tambahkan, lebih tepatnya memekik.

Muncul sejak 2013, Sugarkane memilih memainkan musik noise rock kasar penuh distorsi dengan sound gitar menderau. Dokumentasi terakhir adalah mini album kedua mereka yang berjudul Goof Around yang dirilis pada pertengahan tahun 2016.

In A Mess didaulat sebagai gerbang perkenalan vokalis Lucky Julian, menggantikan posisi Dila yang mundur beberapa waktu sebelumnya. Hengkangnya Dila yang juga ikon Sugarkane berdampak pada aksi Omen (Gitar) dan Daryl (Drum) untuk menghentikan tampilan live sementara waktu. Selanjutnya mereka memilih berkonsentrasi mengumpulkan materi lagu sembari melakukan pencarian vokalis terbaru. Tak memakan waktu lama, bersama Lucky, Sugarkane merekam lima buah materi lagu secara live di Fake Hero Studio, Bogor. Salah satunya adalah single “Unhinged” yang menjembatani perkenalan vokalis terbaru Sugarkane dengan pendengar musik mereka.

Musik Sugarkane memang kasar, singkat, menderau, dan tak menentu menghantam gendang telinga. Dalam artikel tentang mereka di HujanMusik!, sebelumnya saya menulis bahwa Sugarkane memang pantas mewakili Bogor yang tak sungkan-sungkan menebar pekikan, meneruskan jejak The Kuda yang lebih dulu berisik di acara skena Jabodetabek. Mereka memainkan musik yang jelas bukan selera banyak orang. Pada setiap gigs yang mereka ikuti seperti tak pernah kehabisan energi untuk terus atraktif. Secara sadar mereka memasukkan berbagai macam bebunyian yang memungkinkan, demi menghasilkan perpaduan gitar, bass, dan drum yang saling bertabrakan.

Single “Unhinged” masih dapat diunduh secara bebas melalui kanal Soundcloud Hujan! Rekords dan Tromagnon Records. Sedangkan mini album In A Mess dengan bonus berupa kode unduh untuk versi digital dibanderol seharga Rp 45.000 dan sudah dapat dipesan sejak tanggal 19 Desember 2017 melalui situs Hujan! Rekords di www.hujanrecords.com atau  e-mail di hujanrekords@gmail.com.

One thought on “In A Mess, Mini Album Sugarkane yang Menjebak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *