Sugarkane, Pekak Berisik Setelah Bising

Sugarkane, Pekak Berisik Setelah Bising

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Bogor – Derau hujan sore yang berkawan dengan guntur sebegitunya membahana. Lantang meneriakkan kesadaran bahwa episode bulan dengan belakang ‘ber’ adalah milik mereka. Cetar, cenderung ketus dan tak mau tahu, sekali hujan tetap hujan. Siap tidak siap, hujan sejak bulan September lalu akan terus menerpa manusia di bawahnya. Pun demikian halnya dengan setiap catatan HujanMusik!, torehan tetaplah harus digulirkan.

Beruntung, menghadapi hujan guntur sore itu ada “Unhinged” milik unit noise rock/riot grrrl asal Bogor, Sugarkane. Single penting dari mini album In A Mess yang akan diluncurkan November mendatang. Meski tak bisa menangkap jelas serpihan lirik yang diteriakkan Lucky, vokalis baru mereka, Sugarkane berhasil memapas keengganan untuk menembus hujan sore itu. Kasar, singkat, menderau, dan bersipongang menghantam gendang telinga. Nyaris saja terprovokasi untuk melepas segala atribut anti hujan yang terlanjur melekat ditubuh untuk selanjutnya bersukaria di jalanan.

Mengenal Sugarkane, saya seperti menemukan Bikini Kill atau Babes In Toyland di gerai musik lapakan yang mampu memamerkan sound berisik ditengah kebisingan. Musababnya kemiripan karakter vokal perempuan dan distorsi yang tendang menendang. Tak salah jika disebut penerus warna musik yang pernah dipopulerkan The Muff, Mudhoney atau Hole, layak disematkan.

Sejak terbentuk pada 2013 lalu, nama Sugarkane perlahan-lahan mulai menyeruak setelah mini album kedua mereka yang berjudul “Goof Around”dirilis pada pertengahan tahun 2016. Hal itu kemudian ditunjang dengan jam terbang mereka yang semakin tinggi dan performa live yang atraktif, agresif, dan sarat energi. Kemunculan mereka di skena musik lokal Bogor menjadi salah satu penyegar di tengah proses regenerasi yang berjalan sangat lambat.

Sugarkane memang pantas mewakili Bogor yang tak sungkan-sungkan menebar pekikan, meneruskan jejak The Kuda yang lebih dulu berisik di acara skena Jabodetabek. Mereka memainkan musik yang jelas bukan selera banyak orang. Pada setiap gigs yang mereka ikuti seperti tak pernah kehabisan energi untuk terus atraktif. Secara sadar mereka memasukkan berbagai macam bebunyian yang memungkinkan, demi menghasilkan perpaduan gitar, bass, dan drum yang saling bertabrakan.

Barangkali kepribadian Sugarkane terbentuk akibat hujan besar beratribut badai dengan petir yang menggelegar. Buktinya gara-gara playlist pemutar musik berisi kumpulan lagu mereka di mini album “Goof Around”, saya tak lebih manusia yang tengah menanggalkan kewarasan, tetap berkendara pada saat orang-orang menepi menghindari kebasahan atau karena alasan keamanan. Untungnya nomor-nomor yang mereka mainkan relatif singkat dan segera saya disadarkan oleh klakson berkepanjangan dan umpatan sopir angkot yang tak sabar bergerak ke depan, meski traffic light masih menyala merah.

Menepi dan melepas segala atribut pemutar musik menjadi langkah paling tepat mengembalikan kewarasan. Melanjutkan berkendara tanpa Sugarkane di telinga memang beda, tapi gemanya seperti tak berkesudahan. Benar-benar meninggalkan rasa layaknya bekas lebam tamparan penagih hutang.

***

Setelah menemukan kewarasan seutuhnya, saya putuskan untuk menyimak ulasan penuh tentang Sugarkane yang dikirim Hujan! Rekord ke redaksi HujanMusik!. Sedianya mini album Sugarkane ketiga ini akan diluncurkan November mendatang oleh kolaborasi Hujan! Rekord dan Tromagnon Record.

“In A Mess” didaulat sebagai gerbang perkenalan vokalis Lucky Julian, menggantikan posisi Dila yang mundur beberapa waktu sebelumnya. Hengkangnya Dila yang juga ikon Sugarkane berdampak pada aksi Omen (Gitar) dan Daryl (Drum) untuk menghentikan tampilan live sementara waktu. Selanjutnya mereka memilih berkonsentrasi mengumpulkan materi lagu sembari melakukan pencarian vokalis terbaru. Tak memakan waktu lama, bersama Lucky, Sugarkane merekam lima buah materi lagu secara live di Fake Hero Studio, Bogor. Salah satunya adalah single “Unhinged” yang menjembatani perkenalan vokalis terbaru Sugarkane dengan pendengar musik mereka.

Menurut grup yang kini diperkuat oleh Lucky (Vokal), Omen (Gitar), Regi (Gitar/Bass) dan Daryl (Drum) tersebut, “Unhinged” bercerita tentang rasa ketidakpedulian mereka terhadap apa yang orang-orang bilang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan. “Ini lagu cuek aja sih, karena banyak banget orang-orang yang memaksakan kehendak mereka terhadap orang lain tanpa mau peduli satu sama lain, jadi lagu ini kayak cara kami untuk melawan ketidakpedulian dengan ketidakpedulian itu sendiri,” cetus sang gitaris Omen.

Single “Unhinged” sudah dapat diunduh secara bebas melalui kanal Soundcloud Hujan! Rekords dan Tromagnon Records mulai tanggal 9 Oktober 2017 kemarin. Sedangkan proses pra pesan mini album In A Mess yang rencananya akan terbagi menjadi dua paket pemesanan akan mulai dibuka pada akhir bulan Oktober 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *