Angkot : Fenomenanya dan Promosi Band

Angkot : Fenomenanya dan Promosi Band

Artikel dan Ilustrasi : Husni Mubabrok

HujanMusik!, Bogor – Yap. Angkot di Bogor memang terlihat sangat banyak. Saking banyaknya, sampai ada yang menyebut Bogor sebagai “Kota Sejuta Angkot”. Menurut data dari kotabogor.id tahun 2015, di Kota Bogor ada 3.412 angkot dengan 23 trayek.  Belum lagi ditambah 10 trayek angkutan dari kabupaten yang masuk kotamadya, yang jumlahnya lebih dari 4.000. Jumlah yang memang banyak mengingat jalan di Kota Bogor jauhnya hanya 620 km.

Kesan “sangat banyak” itu juga didukung karena seluruh angkot di Bogor hanya memiliki dua warna utama, hijau dan biru, meskipun dibedakan dengan nomor trayek dan warna bumper dan wing. Hal lain yang berperan adalah rute. Perhatikan saja rute angkot di Bogor, hampir semuanya menuju dan/atau melewati Kebun Raya. So, wajar saja jika kesan “sangat banyak” itu mudah disetujui orang banyak.

Tapi tenang, saya tidak akan berbicara tentang jumlah angkot yang over atau attitude sopirnya yang sering dianggap salah satu penyebab kemacetan. Ada beberapa hal tentang fenomena angkot di Bogor yang menurut saya bisa dimanfaatkan.

Dari cutting stiker yang banyak tertempel di kaca depan angkot, KawanHujan bisa tahu bahwa ada banyak komunitas atau organisasi angkot dengan karakter berbeda-beda, entah dari segi usia sopir, gaya berkendara, atau alasan lainnya. Berdasarkan hasil ngobrol dengan sopir-sopir angkot yang saya kenal, jumlah anggota organisasi itu ada yang berkisar puluhan hingga ratusan mobil -Ya, keanggotaannya dicatat dari mobil, bukan orang. Yang ratusan ini biasanya punya jaringan luas, terdiri dari beberapa trayek dan kadang menyebar hingga luar kota Bogor. Sebagai sebuah organisasi, mereka punya agenda rutin seperti anniversary atau gathering, baik internal maupun terbuka.

Punya banyak teman dari berbagai kalangan memang banyak untungnya. Sedikit bercerita, pernah sekali waktu seorang teman yang merupakan sopir angkot berbasis organisasi, meminta bantuan mencari band untuk tampil di event family gathering organisasinya. Saya ambil kesempatan itu dengan merekrut beberapa teman dan jreng… jreng… kami pun tampil dengan ongkos yang terbilang lumayan. Dari pengalaman itu saya berkesimpulan bahwa event mereka bisa dijadikan target promosi ataupun marketing band KawanHujan, atau sekedar jadi lahan ngamen dan penambah jam terbang.

Hal berikutnya yang bisa dimanfaatkan adalah… well, ketika mengutarakan hal ini kepada seorang teman, dia tertawa lalu berkata, “Lu mah ada-ada aja,” karena dipikirnya ide saya tak masuk akal. Tapi karena saya orang yang batu, maka tetap akan saya tulis.

Kita tahu ada beberapa angkot di Bogor yang memiliki fasilitas ekstra, mulai dari stereotape biasa, set sound yang segede gaban, hingga LCD. Belum lagi desain interior yang kadang berlebihan. Tapi terlepas dari ada beragam pihak yang mengeluhkan atau mencibir hal itu, toh kenyataannya itu ada, bahkan menjadi tren di kalangan mereka, dan jumlahnya lumayan banyak. Lalu bagaimana memanfaatkannya?

Jika KawanHujan punya grup band dan lagu sendiri, apa salahnya sesekali KawanHujan menghampiri pemilik atau supir angkot itu dan berkata, “A, puterin lagu band saya dong di mobil Aa.”

Pendekatannya bisa secara persuasif atau dengan kesepakatan tertentu, terserah.  Anggap saja angkot adalah radio berjalan yang bisa kita pakai sebagai media promosi. Coba kira-kira, berapa telinga yang akan mendengar lagu KawanHujan? Jika angkot itu memiliki fasilitas LCD, maka itu lebih baik. Putar saja salah satu video klip atau video live band KawanHujan di situ. Dan sekarang KawanHujan punya YouTube berjalan. Belum punya video klip? HujanMusik punya rekan yang bisa, lho….

Yang terakhir adalah tentang merch (dari kata merchandise), yaitu perangkat sekunder tapi wajib dimiliki sebuah band sebagai salah satu media promosi dan brainwash. Bentuknya ada beragam, seperti stiker, kaos, pick gitar, stick drum, dan sebagainya. Contoh pemanfaatannya adalah, buatlah stiker berukuran sedang, lalu hampiri lagi supir angkot yang tadi dan katakan, “A, saya numpang nempel stiker ya di kaca belakang mobil Aa.”

Kenapa di kaca belakang? Karena itu posisi yang sangat strategis. KawanHujan pasti pernah berkendara di belakang angkot dan susah menyalip. Nah, mungkin stiker band KawanHujan yang ada di kaca belakang angkot itu bisa mencuri perhatian mereka yang sedang “membuntutinya”. Bentuk dan warna tentu harus menarik dan terbaca. Mau dibuatkan desainnya? HujanMusik punya teman yang bisa desain dan cetak juga kok. Hehe…

Atau KawanHujan punya ide yang lebih liar lagi? Saya yakin ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *