7 Soundtrack untuk Hujan

7 Soundtrack untuk Hujan

Artikel & Gambar Ilustrasi : Husni Mubabrok

HujanMusik!, Bogor – Sebagai warga kota hujan, kita pasti tidak asing dengan berbagai pengalaman seperti motor mogok karena busi kemasukan air hujan, pakaian dalam lembab gegara resleting jas hujan rusak, gagal apel ke rumah pacar, atau sebaliknya, tidur nyenyak karena dimanja dingin gerimis, atau melahap nikmatnya bakso yang memang terasa seperti obat hujan, dan lain-lain.

Hujan di wilayah Bogor, yang dalam jenisnya termasuk ke dalam hujan orografis, memang bisa menghadirkan banyak suasana dengan beragam cerita, tergantung kondisi hujan dan kita yang mengalaminya. Dan, seperti dalam film, sebuah suasana akan terasa lebih, jika ada lagu yang melatarinya.

Nah, kali ini HujanMusik! akan coba menulis tujuh ragam hujan dan lagu yang pas sebagai latarnya. Selamat menyimak.

Ceudeum / Angkeub (Mendung)

Soundtrack:  “Mendung Tak Berarti Hujan” – Deddy Dores & Ella Melihat langit yang berubah gelap sering mempengaruhi banyak orang. Para pengendara roda dua misalnya. Mereka cenderung menaikkan tempo perjalanannya saat langit mendung – seolah hendak hujan.

Dalam keadaan tertentu, menaikkan kecepatan secara tiba-tiba tentu saja berbahaya. Misalnya, jika di depan KawanHujan adalah ibu-ibu pengendara motor, yang lampu sennya ke kanan tapi dia belok ke kiri, sebuah tragedi bisa saja terjadi.

Kunci dari kewaspadaan adalah emosi yang terkendali. Jadi jangan gampang panik, karena mendung tak berarti hujan.

Pras-Pris (Hujan Pembuka)

Soundtrack: “Alergi” – Nudist Island<

Pras-pris adalah kondisi di mana hujan mulai turun dengan intensitas yang kecil. Durasinya pun kadang tidak terlalu lama. Menariknya, pras-pris lumayan susah ditebak karena bisa disusul hujan lebat, gerimis imut-imut, atau gagal hujan sama sekali. Dengan durasi lagu yang singkat, “Alergi” cocok menjadi backsong pras-pris. Lagu ini menceritakan seseorang yang alergi dingin dan kesal karena cuaca yang cepat berubah. Harapannya adalah, KawanHujan selalu sigap dalam menghadapi perubahan cuaca di Bogor, agar kesehatan pun tetap terjaga.

Girimis (Gerimis)<

Soundtrack: “Terus Melaju” – Naminasae

Lagu ini cocok sekali didengarkan saat gerimis turun di pagi hari, yang membuat KawanHujan malas beraktivitas dan ingin kembali berlindung di bawah selimut. Dengan lirik dan komposisi yang bersemangat, lagu ini bisa membakar gairah KawanHujan untuk tetap bergerak dan menjalankan aktivitas. Tapi meskipun begitu, jangan lupa sarapan tentunya. Karena apalah daya semangat tinggi tanpa disokong pasokan energi.

Hujan Badag (Hujan Lebat)

Soundtrack: “Hujan Jangan Marah” – Efek Rumah Kaca

Pernahkah KawanHujan terganggu karena hujan terlalu deras? Menatap langit begitu gelap seolah alam sedang kalap? Nah, lagu ini cocok untuk menemani KawanHujan berdoa agar langit mereda. Musik bisa menjadi ruang yang akurat dalam mengekspresikan isi hati. Dan bukankah doa yang tulus dari hati akan lebih mudah terkabul?

Hujan Teu Puguh (Hujan Berubah-ubah)

Soundtrack: “The Dance of Eternity” – Dream Theater<

Salah satu ciri khas dari lagu-lagu Dream Theater adalah kompleksitasnya, termasuk “The Dance of Eternity”. Lagu ini terasa super sulit, jangankan untuk dimainkan, untuk dicerna pun butuh konsentrasi ekstra. Selain teknik, skill, dan komposisi yang brilian, lagu ini memiliki ketukan yang cenderung berubah-ubah dari part satu ke part lainnya.

Berubah-ubah. Tidakkah hujan sering muncul dengan sifat itu? Turun deras lalu gerimis seketika, lalu deras lagi, gerimis lagi. Atau senja yang tadinya jingga mempesona mendadak mendung buruk rupa, dan hujan pun turun tak terkira.

Itulah hujan teu puguh, atau hujan labil, kata teman saya, Rizza. Jika sudah seperti itu, maka “The Dance of Eternity” adalah solusinya. Karena seperti menghadapi hujan teu puguh, ketika memang sulit dicerna apalagi dimainkan, lebih baik dengarkan dan nikmati saja.

Dor Dar Gelap / Hujan Guludug (Hujan Petir dan Angin)

Soundtrack: “Three Little Birds” – Bob Marley

Cuaca di Bogor ada kalanya sangat tak bersahabat. Hujan deras disertai angin kencang, disempurnakan jeleger petir yang mencekam, penuh distorsi dan reverb alami. Apalagi diikuti aliran listrik yang mati. Kondisi itu sangat cukup untuk menghilangkan mood kita, bukan?

Dalam keadaan seperti itu, saatnya KawanHujan cooling down dan gogoleran. Dengarkan “Three Little Birds”-nya Bob Marley, dan santai saja, ‘coz every little thing is gonna be alright’.

Hujan Sapeupeuting (Hujan Semalaman)

Soundtrack: “I Rest and Sleep” – MonoChromatic

Salah satu yang menjadi daya tarik Bogor adalah cuacanya yang dingin, terutama di malam hari. Apalagi jika hujan turun, tentu membuat kita seolah dimanja dan dinina-bobokan. Tak jarang kondisi seperti itu berlanjut sampai pagi. Nah, untuk menemani KawanHujan menjelang tidur, “I Rest and Sleep”-nya MonoChromatic adalah lagu yang pas, baik secara tematik maupun moodnya.

Apa KawanHujan setuju dengan list di atas? Atau KawanHujan punya soundtrack pribadi? Jangan malu untuk berbagi atau berkomentar. Tapi apapun itu, semoga cuaca di Bogor yang relatif mudah berubah ini tidak mempengaruhi kesehatan dan/atau mood mood menjadi negatif.

Salam hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *