Pop Punk, Mods dan Pengaruhnya Terhadap Fashion

Pop Punk, Mods dan Pengaruhnya Terhadap Fashion

Artikel Aditia Nugraha

HujanMusik!, Bogor – Iklim sebuah kota tentu berpengaruh besar tehadap perilaku musik dan fashion di kota tersebut. Seperti halnya mahluk hidup, musik dan fashion beradaptasi pada sebuah keadaan, proses adaptasi ini disebut akulturasi. Hal ini bisa dibuktikan dengan beberapa contoh genre musik yang telah terakulturasi seperti misalnya musik keroncong yang diadaptasi dari musik Portugis.

Uniknya iklim Bogor yang biasanya sejuk karena memiliki curah hujan tinggi, tapi tiba-tiba bisa menjadi sangat panas, yang mungkin diakibatkan masifnya pembangunan sehinga menjadi pemanasan global, membuat masyarakat Bogor memiliki banyak pilihan atas klaim musik dan fashion mereka. HujanMusik! akan mengupas secara global dua karakter musik dan fashion non-mainstream, atau malah sebaliknya, karena di jaman ini anti mainstream sudah menjadi mainstream.

Pop Punk

Menjadi seorang rocker bisa dibilang merupakan impian hampir semua laki-laki, mungkin inilah yang membuat rockers wannabe berkembang dan menjamur dengan pesat di hampir seluruh kota besar di Indonesia termasuk Bogor.

Pop punk, yang oleh para remaja lebih dikenal dengan istilah melodic, adalah salah satu sub-genre musik rock yang tengah digandrungi di Bogor. Sejak periode awal 2000an hingga sekarang, banyak band melodic lahir, dan tentu saja, penikmatnya pun menjamur. Hal ini kemudian menjadi pemicu berkembangnya fashion yang menjadi ciri genre pop punk tersebut.

Berbeda dengan generasi punk sebelumnya yang mengusung paham anti skill, kebebasan absolut, dan pemisahan diri dari sistem, melodic terkesan lebih ramah. Secara musikal, melodic tidak sekeras punk sehingga lebih mudah untuk didengar. Lirik yang ditulis pun jarang bertema politik maupun perlawanan terhadap penguasa. Melodic lebih sering membicarakan tentang kehidupan sekitar, mulai dari perilaku sosial hingga cinta. Punk pun mengalami evolusi secara mendasar dan menjadi lebih lunak dari sebelumnya.

Selain sisi musik dan idealisme, pergeseran juga terjadi pada cara berpakaian. Mereka, penggiat musik melodic dan penikmatnya, lebih bisa diterima oleh masyarakat dibanding punk generasi pertama. Cara berpakaian khas melodic yang sering dijumpai adalah T-shirt dengan print-out bercorak urban, suburb art, typography ataupun label distro yang cocok dengan kesan pop punk, dipadukan dengan jeans pensil atau celana pendek tanggung dan sneakers dari merek terkenal baik lokal maupun internasional. Untuk melengkapi, biasanya ditambahkan topi khas menantang langit. Tapi harus hati-hati dengan pemakaian topi ini karena tidak semua cocok memakainya dan terkesan dipaksakan. Gaya melodic ini cocok digunakan ketika cuaca Bogor sedang menggigit karena panas atau sehabis hujan dengan tambahan sweater polos atau ber-print out, tergantung mix and match yang diinginkan.

Mods

Istilah mods berasal dari kata modernist yang lahir di Inggris sekitar akhir 1950. Ada juga yang mengatakan mods lahir di awal atau pertengahan tahun 1960an. Media sering mendeskripsikan mods dengan arti luas seperti populer, fashionable, dan moderen. Saat itu, mods bisa juga dikatakan sebagai pernyataan hasrat akan fashion, musik, dan gaya hidup orang Inggris dan terus berkembang sampai sekarang. Mods banyak dipengaruhi jenis musik British, African/American Soul, Jamaican Ska dan R&B. Pada awalnya mods adalah sebutan untuk musisi jazz moderen dan penggemarnya. Mods sering dikaitkan dengan rocker dalam berbagai kesempatan. Di Bogor sendiri mulai terlihat segelintir orang berdandan ala mod.

Salah satu scene film ‘Quadrophenia’, satu dari dokumentasi mod culture di Inggris. Foto : telegraph.co.uk

Di Inggris, mods identik dengan amphetamine (narkoba), night club dan lambreta (sejenis kendaraan roda dua). Namun karena pebedaan budaya antara Inggris dan Bogor, Mods terakulturasi menjadi lebih positif. Komunitas mods di Bogor biasanya berbagi informasi tentang musik, fashion, dan scooter (Vespa).

Dari segi fashion, mods sangat kental dengan nuansa Eropa, mungkin ini juga yang mendasari mods bisa adaptable di Bogor yang dingin dan lembab saat musim penghujan. Kemeja berdasi dibalut jaket tebal beraksen Eropa yang terlihat sedikit kebesaran, ditambah celana jeans dan sepatu kulit, adalah salah satu ciri khas fashion seorang mods. Ada juga yang mengganti sepatu kulit dengan sneakers dan menghilangkan dasi supaya tidak terlihat terlalu Eropa. Dalam beberapa kesempatan, bergaya ala mods terlihat sangat elegan sekaligus nakal. Tapi mungkin akan terihat aneh jika fashion seperti ini digunakan saat belanja ke mall atau ke pasar tradisional, karena mods sangat menusuk mata.

Satu lagi yang penting dari fashion mod adalah scooter. Di negeri asalnya, para mods biasanya mengendarai Lambreta, tapi karena mahal dan sulit didapat maka Lambreta tersebut diganti dengan Vespa.

Namun, terlepas dari jenis fashion yang melekat dengan genre musik tertentu, yang terpenting adalah, saat memutuskan pakaian atau gaya apa yang akan dikenakan, KawanHujan! merasa cocok dan percaya diri. *dari berbagai sumber

Aditia Nugraha | Penikmat musik, guru, dan calon ayah

2 thoughts on “Pop Punk, Mods dan Pengaruhnya Terhadap Fashion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *